Sabtu, 6 Juni 2020

Harga Gula Menggila, Anggota Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

- 17 Februari 2020, 15:52 WIB
ILUSTRASI scrub berbahan dasar gula dapur.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, kelangkaan gula pasir di pasar terindikasi besar akibat permainan mafia. Mereka sengaja menimbun, karena paham betul prediksi permintaan pasar meningkat jelang Bulan Ramadan dan lebaran.

"Bahkan ada beberapa analisa berkaitan dengan komoditas gula tahun 2020, bahwa akan terjadi defisit gula konsumsi pada tahun ini apabila tidak ada tambahan dari gula impor," kata Andi Akmal saat dihubungi, Senin 17 Februari 2020.

Dia menilai bisa jadi ada yang menimbun gula untuk mengambil untung besar karena pasokan gula berkurang baik produksi dalam negeri maupun gula impor.

Baca Juga: Lampaui Target Nasional, Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jabar 2 Catatkan Peningkatan

"Pemicu utamanya akibat ratio stok/konsumsi masih relatif tinggi yang diperkirakan sebesar 89,062 juta ton (50,45 % dari konsumsi total)," kata politisi PKS ini.

Legislator asal Sulawesi Selatan ini menyarankan kepada pemerintah agar turun tangan dengan berbagai sumber daya yang ada baik logistik maupun pengamanan dengan menurunkan SDM yang tepat.

"Salah satu hal tegas yang perlu dilakukan adalah menurunkan Satgas Pangan agar bertindak dengan maksimal kepada mafia atau spekulan yang nakal yang selama ini melakukan praktik mengambil untung besar atas penderitaan rakyat," ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Sebut MRT dan Transjakarta Instrumen Pemersatu Bangsa

Satgas Pangan harus bertindak tegas mengatasi spekulan yang sengaja menumpuk gula pasir.

"Ini perlu dilakukan agar langkanya gula di pasar tidak sempat terjadi dan gejolak harga dapat dikendalikan," ucapnya.

Andi Akmal mengingatkan persiden Jokowi, untuk turun tangan terkait kian banyak kasus penimbunan pangan seperti gula pasir dan bawang putih serta bahan pokoknya lainnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X