Jumat, 3 April 2020

Perumahan di Serpong Terpapar Radiasi Nuklir, Pegawai Bapeten: Logikanya, Pasti Ada yang Sengaja Buang ke Situ

- 15 Februari 2020, 14:16 WIB
SIMULASI Penanggulangan Kedaruratan Nuklir Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) melakukan penyisiran sumber radioaktif yang tercecer di tempat kejadian perkara terjadinya kecelakaan mobil pengangkut bahan radioaktif saat geladi lapang penanggulangan Kedaruratan Nuklir atau Radiologi di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 15 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT –  Perumahan Batan Indah, di Serpong, Tangerang Selatan terpapar radiasi nuklir, yang dinyatakan di atas ambang batas oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Tentang sumber materi yang memancarkan radiasi nuklir tersebut, Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan, masih menyelidikinya.

Meski secara logikanya, kata dia, tidak mungkin tiba-tiba ada nuklir di situ. Pasti ada yang membuang.

Baca Juga: Tips MUA ala Bubah Alfian, Hasil Make Up yang Maksimal Akan Dipengaruhi dari Sikap dan Kepribadian

"Saat ini Batan sedang melakukan clean up di sekitar area yang terpapar," kata Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.

Heru mengatakan, temuan Bapeten tersebut langsung ditanggapi oleh Batan.

Dengan fasilitas laboratorium dan pengolahan limbah radioaktif, Bapeten meminta Batan untuk membantu proses pembersihan dan analisis material penyebab paparan radiasi tinggi.

Baca Juga: Google Maps Rekam Tabrakan Motor vs Mobil

Upaya pembersihan yang Batan lakukan adalah dengan mengambil material sumber pemapar yang memancarkan radiasi di atas ambang batas dan mengambil seluruh vegetasi dan tanah untuk dilakukan pengujian.

"Dari hasil clean up, bahan penyebab paparan radiasi ditemukan telah bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium Batan," tuturnya.

Menurut Heru, pembersihan merupakan upaya pertama yang dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan dari paparan radiasi.

loading...

Baca Juga: Upaya Ganjar Pranowo Memindahkan Korban Perundungan ke SLB Dianggap Bisa Melestarikan Stigma Disabilitas

Sebanyak 52 drum berkapasitas 100 liter digunakan untuk membawa vegetasi dan tanah dari lokasi.

Setelah pembersihan paparan radiasi menurun 30 persen dari 149 mikrosivet per jam menjadi 98,9 mikrosivet per jam pada Sabtu dini hari.

"Proses clean up akan terus dilanjutkan sampai area tersebut benar-benar bersih dan tidak membahayakan warga dan lingkungan," katanya.

Baca Juga: 3 Hal yang Menyebabkan Rambut Berminyak, Salah Satunya Terlalu Sering Keramas

Pembersihan diperkirakan berlangsung selama 20 hari sejak 12 Februari 2020, tetapi diharapkan sudah dinyatakan bersih sebelum itu.

Batan juga sedang mempersiapkan pengecekan seluruh tubuh kepada warga untuk mengetahui dampak kontaminasi.

Heru mengimbau masyarakat tidak panik karena kejadian tersebut ditangani oleh pihak yang berkompeten.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X