Jumat, 28 Februari 2020

Jelang Pemulangan WNI Terobservasi Corona dari Natuna, Komisi IX Minta Hilangkan Stigma Buruk

- 14 Februari 2020, 20:25 WIB
SEJUMLAH Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, Tiongkok, melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin, 10 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Achmad Yurianto mengatakan sudah diputuskan bahwa observasi WNI dari Wuhan yang saat ini tinggal di Natuna, berakhir pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 12.00.

Oleh sebab itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning meminta masyarakat untuk tidak melakukan perilaku diskriminatif terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebentar lagi selesai menjalani proses observasi di Natuna pasca evakuasi dari Wuhan, Tiongkok.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi DPR RI, Ribka juga berharap masyarakat tidak menciptakan stigma buruk kepada mereka di kampung halamannya.

Baca Juga: Segera Bertarung di Laga Uji Coba, Pelatih Persib Sebut Persis Solo Tim yang Bagus

Hal itu disampaikannya ketika Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan lapangan memantau kondisi WNI dari Wuhan, di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 13 Februari 2020.

Dengan adanya penjelasan masyarakat dapat memahami bahwa penyakit bisa datang kapan saja, bukan hanya disebabkan virus.

“Jangan biarkan mereka dijadikan komunitas sendiri, dimunculkan stigma yang macam-macam, itu yang bahaya. Tambah berbahaya lagi kalau mereka nanti pulang ada orang di sekitarnya yang meninggal, malah mereka yang disalahkan," tutur Ribka.

Baca Juga: Pemasok Narkoba Lucinta Luna Ternyata Juga Mengaku Depresi

"Kalau ini terjadi, berarti belum clear masalah kita semua. Ini yang harus menjadi perhatian kita semua tentunya harus bisa memilah-milah informasi yang baik,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: DPR RI

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X