Mahasiswa Asal Aceh Diringkus Usai Kedapatan Bawa 1 Kg Sabu, Modusnya Cukup Pintar

- 14 Februari 2020, 14:46 WIB
ILUSTRASI sabu-sabu. Kemendagri dan BNPP bekerja sama mencegah masuknya narkoba di area perbatasan.* /ABRIAWAN ABHE/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY mengamankan 1,095 kilogram sabu dari seorang mahasiswa asal Aceh, MI, Kamis 13 Februari 2020 malam. Sabu disimpannya ke dalam kardus berisi makanan ringan, untuk mengelabui aparat.

Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol I Wayan Sugiri di Yogyakarta, Jumat 14 Februari 2020 mengatakan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi gelap peredaran sabu tersebut di kawasan Depok, Sleman, dan langsung ditindaklanjuti oleh pihaknya.

Petugas lalu melakukan surveillance pada tersangka yang akan menemui seseorang di satu pusat perbelanjaan di Maguwoharjo. Selanjutnya, MI berjalan kaki menuju apartemen dan keluar menenteng satu kardus coklat makanan ringan cokelat.

Baca Juga: Suara Dentuman dan Gemuruh Terdengar di Lereng Gunung Slamet

"Kami menangkap tersangka di basement apartemen. Gerak-gerik tersangka ini sudah kami ikuti sejak satu minggu terakhir," katanya.

Namun, kecurigaan makin memuncak saat mendapati yang bersangkutan keluar apartemen dengan satu kardus makanan ringan. Seusai dilakukan penyergapan, sekaligus penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu seberat 1,095 kilogram itu.

"Kita buka di dalamnya, ternyata isinya ya makanan kecil. Kita sempat berpikir hanya snack. Tersangka ini pintar, karena sabunya ditempelkan di dinding-dinding kardus yang penuh dengan snack," ucapnya.

Baca Juga: Mocca Rilis Simple I Love You untuk Sambut Hari Kasih Sayang

Sugiri menuturkan, berdasar hasil penyelidikan, MI mengaku kalau sabu yang dibawanya ini berasal dari sebuah daerah di Sumatera. Oleh karena itu, penyelidikan sumber, serta jalur pengiriman barang hingga bisa masuk ke DIY pun bakal lebih didalaminya.

"Kalau dibilang modus baru, tidak juga ya. Ini sudah modus lama, tetapi dia mencari kelengahan petugas yang memantau. Akan kita pelajari lagi. Tapi, merujuk KTP-nya, MI ini berasal dari Aceh, statusnya mahasiswa. Mungkin saja ya, dia datang ke Yogyakarya untuk menyerahkan barang itu kepada seseorang," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, posisi tersangka dalam proses peredaran sabu ini adalah sebagai kurir, atau pengantar barang. Meski belum menyatakan secara gamblang, diduga imbalan tersangka sekali antar sekitar Rp 15 juta dan baru dibayar sebagian. Walau begitu, MI tetap disangkakan Pasal 14 Ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

Baca Juga: Tarik Kembali Ucapannya, Karen Pooroe akan Autopsi Jenazah Zefania: Saya Punya Hak untuk Tahu yang Sebenarnya

Menurut Sugiri, pengungkapan kasus ini telah menyelamatkan generasi bangsa dari narkoba.

"Barang yang kami amankan ini mencapai 1 kilogram ya, ini bisa menyelamatkan 6 ribu orang dari bahaya narkotika. Ini yang paling utama," ujarnya.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X