Rabu, 1 April 2020

Tak Sepakat Pelaku Bullying di Purworejo Dihukum Seberat-beratnya, Ganjar Pranowo Punya Dua Usulan yang Bisa Buat Jera

- 13 Februari 2020, 17:50 WIB
Viral video bullying terhadap siswi SMP di Purworejo, Jawa Tengah.* /ISTIMEWA

PIKIRAN RAKYAT - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak sepakat jika pelaku bullying Siswi SMP di Purworejo dihukum seberat-beratnya. Ganjar masih mempertimbangkan masa depan pelaku yang masih anak-anak.

"Menghukum para pelaku menjadi relawan di yayasan atau rumah difabel, atau kasih  pendidikan bersama TNI, biar ada efek jera itu lebih baik," kata Ganjar.

Unggahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terhadap kasus bullying Siswi SMP di Purworejo melalui akun media sosial mendapat respon masyarakat. Di akun sosial Instagramnya, terdapat 6.096 netijen yang memberikan komentar.

Baca Juga: Usut Kasus Suap Komisioner KPU, Kepala Sekretariat DPP PDI Perjuangan Dipanggil KPK

Mayoritas komentar mengecam perlakuan pelaku pembulian. Mereka meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan dikeluarkan di sekolah.

Namun Ganjar kurang sepakat dengan usulan itu. Meski mengecam pelaku, Ganjar masih mempertimbangkan masa depan pelaku yang masih anak-anak.

"Kalau dihukum dan dikeluarkan, lalu mereka sekolahnya gimana?" jawab Ganjar terhadap komentar-komentar itu.

Baca Juga: Terbang ke Korea Selatan, Boy William Pamer Kebersamaan dengan Hyoyeon SNSD

Namun ada beberapa komentar netizen yang menarik perhatian. Ada yang mengusulkan, para pelaku dihukum dengan cara 'disekolahkan' bersama TNI selama tiga bulan.

"Pak tolong jangan berdamai dengan bullying. Kasih mereka pendidikan tiga bulan bersama TNI. Bikin sejera-jeranya," ucap akun @keiijurohyugaa.

Ide menghukum para pelaku mengikuti pendidikan ala militer menurut orang nomor satu di Jateng, merupakan ide yang sangat bagus. Ide tersebut menurutnya lebih mengena, dibanding mereka dihukum seperti pelaku pidana umum lainnya.

Baca Juga: 242 Orang Tewas akibat Virus Corona dalam Semalam, Partai Komunis Tiongkok Keluarkan 'Alat Propaganda Lama'

"Mereka itu masih anak-anak, jadi perlakuannya jangan seperti pidana lain. Mungkin hukumannya dimasukkan ke tempat khusus yang membuat dia disiplin dan mengerti. Itu ada yang usul seperti itu di medsos saya, dan menurut saya idenya bagus," kata Ganjar, Kamis 13 Februari 2020.

Selain ide menyekolahkan para pelaku ke sekolah militer, ada juga pihak yang mengusulkan agar para pelaku dihukum dengan cara sosial. Karena yang dibully adalah penyandang disabilitas, maka para pelaku diminta menjadi relawan di yayasan atau rumah difabel.

"Ada pengelola Rumah Disabilitas atau Rumah D di Semarang yang kontak saya. Beliau usul para pelaku menjadi relawan di rumah penyandang disabilitas agar mereka bisa mengerti dan tersentuh. Saya saja sampai merinding mendengar usul ini," kata Ganjar.

loading...

Baca Juga: Presiden PKS: Tak Pantas Kepala BPIP Sebut Agama Musuh Pancasila

Menurut Ganjar, dua usulan itu lebih pantas diberikan kepada para pelaku. Mudah-mudahan, mereka akan tersentuh dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Efek jeranya bisa kena, tapi dengan cara yang baik," terangnya.

Sebagai simpatinya kepada siswi korban bullying, Ganjar memberikan santunan kepada orang tua korban. Santunan ini diberikan agar orang tua tidak bekerja selama beberapa waktu dan mencurahkan perhatian mereka untuk mendampingi sang putri melewati masa-masa traumatis.

Untuk para pelaku, Ganjar meminta agar pelaku didampingi guru konseling maupun psikolog. Ini untuk mencegah berulangnya kembali aksi perundungan di tempat lain.

Baca Juga: Telepon Xi Jinping, Jokowi Tawarkan Bantuan dan Ucap Simpati Terkait Virus Corona di Tiongkok

Video bullying terhadap siswi di dalam kelas yang dilakukan oleh tiga siswa SMP swasta di Purworejo viral di media sosial.

Video berdurasi 29 detik itu beredar di Twitter dan telah ditonton lebih dari 1 juta tayangan. Tak hanya memukul dan menampar, ketiga siswa ini pun tega menendang siswi tersebut yang tak berdaya duduk di bangku.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X