Sabtu, 4 April 2020

WNI Eks ISIS Tak Dipulangkan, Sekjen DPP PKB: Kata Mereka, seperti Perang Salib

- 13 Februari 2020, 08:15 WIB
SEBUAH kawasan penampungan pengungsi eks ISIS di Suriah.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah seharusnya terbuka atas persoalan WNI eks ISIS. Pada 2019, terjadi dua gelombang pemulangan eks kombatan ISIS sekira 50 orang.

Hal itu tidak ditindaklanjuti dengan memantau perkembangan ideologi mereka. Ketua DPP PKB Bidang Pertahanan dan Keamanan Yaqut Cholil Qoumas berharap, dalam upaya melakukan deradikalisasi, pemerintah melibatkan masyarakat.

”Jangan menganggap deradikaliasasi dalam frame project. Ini ancaman serius, bukan hanya project. Kalau tak melibatkan masyarakat, kita wajib mencurigai pemerintah pakai frame project,” katanya di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

Baca Juga: Tanggapi Teddy yang Sebut Lina Jubaedah Tak Dapat Harta Gono-gini, Sule: Nggak Usah Membual ke Mana Aja

Baca Juga: Keluhkan Ketidakadilan, Ridwan Kamil: Pemekaran Daerah Atasi Ketimpangan Kuncuran Dana dari Pusat

loading...

Sementara itu, Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid mengatakan, penanganan WNI eks kombatan ISIS harus komprehensif dari hulu hingga hilir.

Setelah mereka tidak dipulangkan, harus jelas apa langkah selanjutnya. Hasan mengatakan, pergerakan ISIS tak hanya perang di darat, tapi juga ada pergerakan di dunia maya yang sangat masif.

”Bahkan ISIS di dunia maya tujuh kali lipat lebih susah diatasi dibanding ISIS yang di darat. Kata mereka, seperti Perang Salib,” katanya.

Dia mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak memulangkan 689 WNI eks ISIS. Sebab, berdasarkan sudut pandang usul Fikih, kemaslahatan umum harus didahulukan dari kemaslahatan khusus.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X