Selasa, 7 April 2020

Pemerintah Tak Pulangkan WNI Eks ISIS, Muncul Pertanyaan Bagaimana Jika Mereka Pulang Sendiri

- 13 Februari 2020, 07:52 WIB
MILISI ISIS dan keluarga mereka berjalan di Desa Baghouz, Provinsi Deir Al Zor, Suriah, beberapa waktu lalu.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah memutuskan tidak memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat bergabung sebagai kombatan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria).

Hal itu diputuskan setelah Presiden Joko Widodo menggelar rapat bersama jajaran menterinya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020.

Ketua DPP PKB Bidang Pertahanan dan Keamanan Yaqut Cholil Qoumas menilai sikap pemerintah untuk tidak memulangkan WNI kombatan ISIS terkesan abu-abu. Padahal jika tegas, langkah tidak memulangkan mereka sudah tepat.

Baca Juga: Sempat Dikatakan Erick Thohir akan Dicicil, Nasabah Gagal Bayar Jiwasraya: Sangat Mengecewakan

Baca Juga: Konflik di Tempat Peribadatan Buat Jokowi Kecewa, Polhukam dan Polri Diminta Bertindak Tegas

”Apa yang dikatakan pemerintah dengan tidak akan memulangkan eks kombatan ISIS, menurut saya bersayap. Ada satu pertanyaan, kalau pulang sendiri atau difasilitasi yang lain itu bagaimana? Apa sikap pemerintah? Kemarin tidak dijelaskan,” kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

Menurut Ketua Umum GP Ansor itu, pemerintah seharusnya menjelaskan bahwa selain tidak memulangkan eks kombatan ISIS, pemerintah juga akan menghalangi ketika mereka pulang baik secara sukarela atau atas fasilitasi organisasi atau kelompok lain.

Selain itu, Gus Yaqut mempertanyakan penggunaan data jumlah eks kombatan ISIS yang mengacu pada data CIA.

Baca Juga: Ahli Epideniologi dari NU Perkirakan Virus Corona akan Hilang Awal Juni Mendatang

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x