Rabu, 1 April 2020

Data WNI Eks ISIS Simpang Siur, PBNU: Kenapa harus Terima 600 Orang Jika Ganggu 260 Juta Orang Lainnya

- 11 Februari 2020, 13:09 WIB
MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Banyak data yang simpang siur terkait status kewarganegaraan eks ISIS, Pemerintah akan melakukan verifikasi status kewarganegaraan menyusul wacana pemulangan mereka ke Tanah Air.

Kesimpang siuran terjadi pasalnya karena banyaknya data yang diterima. Sehingga proses verifikasi memang harus dilakukan.

Baca Juga: Penderita Hipokalemia, Berikut 5 Makanan Kaya akan Kalium yang Jarang Diketahui

“Posisi kami sejauh ini akan melakukan pendataan terlebih dahulu, karena data yang kami terima banyak sekali yang simpang siur jadi kami ingin memverifikasi,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ditemui di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

Kedatangan Menlu ke PBNU ditujukan untuk berkonsultasi dan meminta pandangan salah satu ormas Islam terbesar Indonesia itu terkait wacana pemulangan kombatan eks ISIS.

loading...

Baca Juga: Konsumsi Telur Sehari-hari Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung, Mitos atau Fakta?

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj menyatakan penolakannya terhadap wacana pemulangan kombatan eks ISIS.

Sikap PBNU itu didasarkan pada fakta bahwa para WNI yang bergabung dengan ISIS telah membakar paspor mereka yang berarti mereka dengan kemauan sendiri telah melepaskan kewarganegaraan mereka.

Baca Juga: Penanganan Kasus yang Libatkan Harun Masiku Dinilai Tak Serius, ICW: Ketua KPK Malah Sering Safari

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X