Selasa, 31 Maret 2020

Pedagang Malioboro Sudah Membatasi Penggunaan Plastik, Sujarwo : Dikelola Mandiri Melalui Bank Sampah

- 10 Februari 2020, 17:06 WIB
KAWASAN Malioboro Yogyakarta. * /WILUJENG KHARISMA/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Paguyuban Pedagang Kawasan Malioboro bakal mengolah sampah secara mandiri, dengan memanfaatkan bank sampah

Presidium Paguyuban Pedagang Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sujarwo Putra, Senin, 10 Februari 2020, mengatakan, akan ada beberapa kelompok yang menjadi percontohan. Sehingga pedagang bisa mudah mempelajari cara memilah sampah.

Sujarwo  menilai, pengelolaan sampah harus dikemas dengan mudah dan efektif. Dengan demikian, pedagang dapat dengan mudah menduplikasi dari kelompok percontohan.

Baca Juga: Demi Desain Baru dengan Beton dan Rumput Sintetis, Sejumlah Pohon di Alun-alun Majalengka Ditebang

"Kami masih desain untuk bank sampah, mau dimana saja. Nanti akan ada kelompok percontohan, diupayakan mudah tapi juga efektif. Kalau mudah, pedagang lain bisa gampang untuk duplikasi,"katanya.

Paguyuban Pedagang Kawasan Malioboro pun sebenarnya telah membatasi penggunaan plastik. Hal itu agar tidak menambah jumlah sampah plastik.

Meski demikian, paguyuban berupaya agar sampah yang dihasilkan pedagang bisa berkurang.

Baca Juga: Dipertanyakan Kemampuannya Hadapi Trump di Pemilu AS 2020, Buttigieg Mengaku Bukan Orang Kaya

"Kami para pedagang juga sudah mulai mengurangi pemakaian plastik, termasuk juga sedotan. Dengan adanya bank sampah, semoga sampah yang masuk ke Piyungan yang benar-benar residu,"ujarnya.

Sujarwo pun sangat mendukung, mengingat kondisi TPST Piyungan yang sudah tidak mampu lagi menampung sampah.

"Kita semua adalah produsen sampah, dimana produsen sampah harus mengelola sampahnya. PKL, juga memproduksi sampah, maka ketika mereka berkomitmen untuk mengelola sampah, ini yang harus kita apresiasi," tuturnya.

Baca Juga: Djadjang Nurjaman Ungkap Alasan Pilih Persib Sebagai Lawan Uji Tanding

Sujarwo mengatakan, selama ini memang sudah ada pedagang Malioboro yang bergabung dengan bank sampah di Kota Yogyakarta, namun belum terorganisir dengan baik.

Dengan adanya bank sampah di Malioboro, pihaknya ingin agar sampah di Malioboro bisa dipilah dan bermanfaar bagi pedagang.

Pihaknya juga siap memberikan pelatihan-pelatihan. Pelatihan tersebut berupa ketrampilan kerajinan dari sampah.

Baca Juga: Robert Alberts Uji Komposisi Pemain Persib Bandung saat Hadapi Barito  

loading...

"Nanti kita juga akan berikan pelatihan, baik organik maupun anorganik. Pelatihan organik misalnya membuat kompos dengan teknik ember berlapis lalu membuat pelet. Kalau anorganik bisa membuat bunga dari plastik, membuat badut dari tutup botol, dan lain-lain," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY, Erwan Widiarto sangat mengapresiasi keinginan pedagang Malioboro mengelola sampah. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X