Rabu, 1 April 2020

Kondisi Mata Novel Baswedan Memburuk, Perlindungan Pejuang Antikorupsi Semakin Mendesak

- 7 Februari 2020, 16:05 WIB
Novel Baswedan.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Komisi Pemberantasan Korupsi menilai perlindungan terhadap pejuang antikorupsi semakin mendesak. Kondisi kesehatan penyidik KPK Novel Baswedan terkait kedua matanya sebagai akibat penyiraman air keras pada 11 April 2017 silam, terus memburuk.

"Apa yang dialami Novel, sekali lagi menjadi peringatan tentang pentingnya perlindungan bagi lembaga antikorupsi dna pegawai di dalamnya sebagai pejuang antikorupsi," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Jumat 7 Februari 2020.

Ali mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada 5 Februari 2020 di Singapura, tim dokter yang selama ini menangani mata Novel menyatakan kondisi mata kiri tidak dapat diperbaiki lagi, karena kerusakan sebagian besar retina.

Baca Juga: Tempat Wisata The Great Asia Afrika Terancam Ditutup

"Sehingga kondisi terakhir mata kiri hanya dapat melihat cahaya. Kondisi ini tetap membutuhkan perawatan dan kontrol dokter yang berkelanjutan untuk mencegah infeksi yang mungkin akan timbul kembali yang dapat menyebabkan diangkatnya bola mata kiri secara keseluruhan," tuturnya.

Sementara kondisi mata kanan Novel masih sama seperti sebelumnya, kemampuan melihat sekitar 60 persen dengan menggunakan lensa khusus. Ali menuturkan, mata kanan membutuhkan perawatan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya penurunan kemampuan melihat.

Dia mengungkapkan, sejalan dengan itu KPK pun terus mendorong pengungkapan perkara ini agar segera diselesaikan oleh Kepolisian. Tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga otak intelektual yang mendalangi penyerangan.

Baca Juga: Bangkai Kapal di Pangandaran yang Jadi Daya Tarik Wisatawan Akan Masuk Museum

Apalagi penyerangan terhadap Novel telah menjadi perhatian dunia internasional. Untuk itu, Novel diundang untuk menerima penghargaan antikorupsi internasional 2020 dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF), Malaysia pada Selasa 11 Februari 2020.

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mendukung pegawai lembaga antikorupsi yang menjadi target atau yang terancam jiwa, keselamatan, atau kehormatannya, karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi.

Terkait rekonstruksi kasus penyiraman air keras yang dilakukan Polda Metro Jaya, yang dilakukan di depan kediaman Novel yang berlokasi di Jalan Deposito Blok T Nomor 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ali menyatakan bahwa Novel tak mengikuti jalannya rekonstruksi yang berlangsung pada Jumat 7 Februari 2020 pagi itu.

Baca Juga: Real Madrid Dikalahkan Real Sociedad dalam Drama 7 Gol di Santiago Bernabue

"Novel batal hadir karena kondisi kesehatan matanya tersebut. Meski demikian, beberapa waktu terakhir Novel berusaha tetap menjalankan tugasnya sebagai penyidik KPK," ucapnya.

Menurut dia, keluhan sakit dan terus menurunnya penglihatan Novel sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir dan semakin parah dirasakan sebulan terakhir. Karena keluhan ini, pada 8 Januari 2020 Novel sempat ditangani dokter RS JEC dan diberikan obat. Namun, kondisinya tidak membaik sehingga harus dirujuk kembali menemui tim dokter di Singapura.

"Dari beberapa kali konsultasi dan pemeriksaan, Novel kembali menjalani operasi pada 20 Januari 2020 dan dilakukan pemberian injeksi antibiotik serta pengangkatan cairan mata dalam operasi tersebut. Pada rentang waktu tersebut, Novel dalam pantauan tim dokter. Dan, tim dokter telah menyimpulkan pada pemeriksaan tanggal 5 Februari 2020, mata kiri Novel hanya dapat melihat cahaya," ujar dia.***

loading...


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X