Minggu, 23 Februari 2020

Bima Arya Optimistis Masalah GKI Yasmin Kota Bogor Beres Sebelum Jabatannya Berakhir

- 24 Januari 2020, 21:34 WIB
JEMAAH Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Bekasi melaksanakan ibadah perayaan Natal 2019 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.* /Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT – Wali Kota Bogor, Bima Arya optimistis, persoalan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang berlarut bertahun-tahun akan terselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir pada 2024.

"Kami ingin opsi atau solusi terbaik, dan saya optimis kepada Pak Menko, saya sampaikan sebelum saya selesai masa jabatan sebagai wali kota, insyaallah, ini akan selesai," katanya di Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020, seperti dikutip Antara.

Hal tersebut disampaikannya usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahdud MD di Kantor Kemenko Polhukam RI.

Baca Juga: Album BTS Love Yourself: Answer Berhasil Mendapat Sertifikasi Platinum Amerika Serikat

Dalam pertemuan itu, Bima mengakui persoalan GKI Yasmin menjadi salah satu yang dibahas. Namun, pembahasannya lebih bersifat umum.

"Ya, umumlah, kami sampaikan juga bahwa semangatnya sama, yaitu semangat untuk berkomunikasi dengan semua. Jadi, ini harus sinergis dengan semua. Ini harus juga diterima dengan semua," katanya.

Pemerintah Kota Bogor, kata dia, sekarang ini makin intens berkomunikasi secara baik dengan pihak gereja dan tokoh agama sehingga tercipta suasana yang nyaman.

Baca Juga: Studi Menunjukkan Kembang Kol dapat Mengurangi Risiko Berbagai Macam Kanker

"Opsi-opsi kami diskusikan semua dan semangatnya sama, ya, semuanya sadar dan setuju bahwa citra toleran harus terus dikuatkan di Kota Bogor. Persoalan Yasmin ini menjadi salah satu ujian bagi kita," katanya.

Bima menjelaskan bahwa komunikasi intensif juga terjalin dengan Tim 7 yang dibentuk gereja dengan bertukar pikiran dan berdialog, termasuk dengan warga.

"Yang penting saya sampaikan bahwa kemajuan signifikan opsi solusi tidak terjebak masa lalu. Kedua juga sepakat menjaga komunikasi dengan semua dengan semua elemen dijaga," katanya.

Baca Juga: Yovie Widianto Dapat Kado Spesial di Perayaan Ulang Tahun ke-52

Persoalan GKI Yasmin bermula terjadi pada tahun 2008 yang awalnya terkait dengan izin dari pemerintah kota setempat, kemudian berkembang pada penolakan warga yang membuat berlarut hingga sekarang.Baca Juga: Ini Pernyataan Tim 7 GKI Yasmin

Bima mengatakan bahwa kasus GKI Yasmin sebagai isu lama yang belum selesai. Tidak lagi menjadi isu lokal, tetapi juga sudah menjadi isu nasional.

Bahkan, GKI Yasmin juga menjadi salah satu indikator yang menyebabkan Kota Bogor dinilai sebagai kota intoleran berdasarkan hasil riset SETARA Institute pada tahun 2015.***


Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X