Minggu, 23 Februari 2020

Komisi IV DPR RI: Kecolongan, Ada 72 Kontainer Sampah dan Limbah Beracun dari Hasil Impor di Tanjung Priok

- 24 Januari 2020, 18:48 WIB
Sidak impor sampah.* /ECEP SUKIRMAN

PIKIRAN RAKYAT - Komisi IV DPR RI menemukan sejumlah kontainer berisi sampah dan limbah yang diduga berbahaya dan beracun yang diimpor dari luar negeri di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sejumlah kontainer yang berisi limbah berbahaya tersebut ditemukan Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta PT Sucofindo.

Baca Juga: Antisipasi Virus Corona, DPR RI: 'Moving' Orang di Bandara dan Sosialiasi kepada Masyarakat Harus Dilakukan

Sebelumnya juga sempat terjadi ketegangan karena dari importir merasa itu sesuai aturan, yaitu bahan baku bersih, begitu juga dari Sucofido selaku pihak surveyor.

Namun, berbeda dengan hasil cek lapangan, isi kontainer adalah sampah plastik kotor dan tercampur dengan bahan-bahan berkategori berbahaya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, mengatakan ia telah meminta keterangan Sucofindo, bahwa katanya sampah-sampah dari luar negeri tersebut diimpor untuk dijadikan bahan baku daur ulang.

Baca Juga: Jawa Barat Belum Terpapar Virus Corona, tapi Perlu Waspada

“Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata isinya sampah. Importir berargumentasi itu bahan baku untuk recycle (daur ulang), tetapi kalau menurut Peraturan Menteri Perdagangan bahan baku untuk recycle itu bahan baku bersih,” kata Dedi usai memimpin Tim Komisi IV DPR RI sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis, 23 Januari 2020.

Lebih jelasnya lagi, ia juga menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Menteri Perdagangan, bahan baku daur ulang yang masuk ke Indonesia harus sudah dalam kondisi bersih.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X