Senin, 30 Maret 2020

Jadi Inisiator Tim Kuasa Hukum PDIP, Moral Yasonna Laoly Dipertanyakan

- 24 Januari 2020, 17:29 WIB
MENTERI Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly.*/DOK PR /

PIKIRAN RAKYAT - Keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat konferensi pers Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menindaklanjuti operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dinilai cacat moral.

Peneliti Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi menyebut Yasonna merupakan sosok yang plin-plan dalam bersikap. Awalnya, kata Baidul, Yasonna mengaku sebagai inisiator dalam tim hukum PDIP tersebut. Akan tetapi, beberapa hari kemudian Yasonna mengklarifikasi bahwa kehadirannya bukan sebagai tim hukum PDIP.

"Kehadiran Yasonna dalam konferensi pers tim hukum PDIP sebagai tanda pasang badan terhadap proses hukum yang tengah berjalan di KPK," kata Hadi saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi di Formappi, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk 2020

Menurut Hadi, peran Yasonna yang sangat besar dalam pengentasan kasus ini terlihat seperti sedang berusaha memagari tersangka kasus suap dan caleg PDIP Harun Masiku sebagai aktor kunci dalam kasus suap PAW anggota DPR tersebut. Melihat hal itu, Hadi meminta agar presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja Yasonna belakangan ini.

"Yasonna sudah melakukan blunder serius dengan hadir dalam konferensi pers tim hukum PDIP tersebut. Meski baru 100 hari. Ini perlu dievaluasi serius. Bahwa Yasonna blunder terus. Harus dievaluasi," kata dia.

Di tempat yang sama, Direktur Lima Indonesia Ray Rangkuti menilai sudah sepatutnya Jokowi mencopot Yasonna Laoly dari jabatannya sebagai Menkumham atas sikapnya belakangan ini. Ia mengakui sudah menggalang petisi di media sosial untuk mencopot Yasonna dari jabatannya.

Baca Juga: Simak Tipe Pacar Idaman untuk Setiap Zodiak agar Hubungan Langgeng

"Kita sudah kritik keputusan Presiden menetapkan Yasonna sebagai Menkumham lagi. Bagaimana orang yang terpilih jadi anggota DPR, meninggalkan jabatannya sbg Menkumham sebelum selesai masa baktinya sebagai menteri. lalu dia mengundurkan diri jadi anggota DPR untuk jadi Menkumham. Bagaimana etikanya?" kata dia.

Tak berhenti sampai di situ, Ray menyatakan Yasonna kini terlibat sebagai inisiator pembentukan tim hukum PDIP untuk menyikapi kasus suap PAW anggota DPR. Dia mengkritik Yasonna yang merasa tak ada persoalan saat hadir dalam pembentukan tim hukum PDIP tersebut padahal masih menjabat sebagai seorang menteri.

"Dia bilang perspektifnya semata-mata karena aturan enggak ada aturan yang melarang. Mestinya orang yang ngerti hukum, etika hukum. Dari situ saya katakan sudah sepatutnya yang bersangkutan dicopot oleh presiden," ujar Ray.***

loading...

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X