Sabtu, 4 April 2020

Kaum Terpelajar Jadi Mayoritas Pengkonsumsi Narkoba di Yogyakarta

- 24 Januari 2020, 13:30 WIB
Ilustrasi narkoba. /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Jajaran Ditresnarkoba Polda DIY menangkap 15 tersangka penyalahguna narkotika beserta ribuan barang bukti. Sebagian besar dari mereka addalah kaum terpelajar, yaitu mahasiswa.

Dirresnarkoba Polda DIY, Kombes Pol Ary Satriyan menuturkan mayoritas barang bukti berupa obat berbahaya. Total ada 6730 butir yang diamankan. Jenis sabu mencapai 4,66 gram dan psikotropika golongan empat mencapai 280 butir.

“Seluruhnya kami amankan dalam kurun waktu awal Januari hingga beberapa hari lalu. Seluruhnya terbukti sebagai pemakai aktif beragam jenis Narkotika ini,” katanya di Markas Polda DIY, Kamis 23 Januari 2020.

Baca Juga: 2 Makanan Kaleng yang Tahan Lama untuk Disimpan di Rumah

Modus yang dilakoni para penyalahguna narkotika ini beragam. Mulai dari membeli secara langsung, melalui jasa pengiriman hingga taruh alamat. Cara ini ditempuh untuk menghilangkan jejak dan mengelabui polisi. Para tersangka, lanjutnya, memiliki latar belakang profil yang berbeda.

Sembilan tersangka berstatus pekerja swasta. Enam pelaku berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar. Dua tersangka lain berstatus sebagai buruh.

Berdasarkan pemetaan tersebut, masing-masing profil memiliki karakter yang berbeda. Profesi buruh dan pekerja swasta mengonsumsi Trihexipenidyl dan alprazolam. Sementara golongan pelajar dan mahasiswa mengonsumsi narkotika jenis ganja dan tembakau gorila.

Baca Juga: Usai Kecelakaan Nahas di Subang, Polda Jabar Beri Imbauan Kepada Pemilik Bus

“Karakternya dan jenis narkotika yang dikonsumsi berbeda-beda. Bisa jadi dari harganya atau sensasi yang dicari,” ujarnya.

Proses transaksi meminimalisir pertemuan secara langsung. Salah satunya memanfaatkan transfer antar bank. Tujuannya untuk mengaburkan rekam jejak antara penjual dan pengonsumsi narkotika.

“Dari kasus-kasus yang kami dalami mayoritas memanfaatkan sosial media, selanjutnya uang ditransfer. Kalau barang ada yang face to face, kirim paket sampai taruh alamat,” ucapnya.

loading...

Baca Juga: Ancam Keselamatan Siswa dan Guru, Sekolah Madrasah di Sukabumi Terancam Ambruk

Di satu sisi perwira menengah tiga melati ini mengakui hasil operasi tergolong kecil. Baik untuk jumlah barang bukti maupun tersangka. Ini karena Jogjakarta memiliki karakter yang tak terlalu besar.

Ary mencontohkan sejumlah ungkap kasus yang terjadi. Barang bukti yang diamankan jarang dalam jumlah besar. Artinya karakter penyalahguna narkotika didominasi oleh pengguna.

“Kuantitas barang bukti memang sedikit karena (penyalahguna di) Jogjakarta itu hanya pengguna bukan pengedar,” tuturnya.

Baca Juga: Reuni dengan Antonio Conte, Victor Moses Resmi Gabung Inter Milan dengan Status Pinjaman

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto memastikan proses hukum kepada tersangka terus berlanjut. 12 tersangka telah menjalani proses penahanan di Polda DIY.

Dua pelaku menjalani proses rehabilitasi di Rumah Sakit Grhsia Pakem. Adapula satu pelaku yang dititipkan di balai perlindungan dan rehabilitasi sosial remaja (BPRSR) Jogjakarta.

“Satu pelaku yang dititipkan di BPRSR itu berusia 16 tahun. Walau begitu proses hukum tetap berlanjut dengan payung UU Perlindungan Anak,” katanya.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X