Rabu, 26 Februari 2020

Indonesia Impor 1.015 Kontainer Sampah dari Luar Negeri Termasuk Amerika Serikat

- 24 Januari 2020, 11:13 WIB
Pekerja dengan alat berat memindahkan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2019 mengalami defisit sebesar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat atau lebih kecil bahkan hampir sepertiga dari defisit yang terjadi pada 2018 yaitu 8,6 miliar dolar Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. /SIGID KURNIAWAN

PIKIRAN RAKYAT - Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan Sucofindo selaku BUMN yang berfokus pada layanan jasa pemeriksaan dan pengawasan perdagangan ekspor impor, melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 23 Januari 2020.

Dalam sidak tersebut, Komisi IV DPR RI menemukan sejumlah kontainer berisi sampah dari luar negeri.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengatakan, setelah dimintai keterangan dari Sucofindo, sampah-sampah dari luar negeri tersebut di impor untuk dijadikan bahan baku daur ulang.

Baca Juga: Jadi Tempat Mengadu Masyarakat Setiap Ada Masalah, Narji: Senang Juga, Masih Dianggap Warga

Namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata isinya sampah biasa. Sementara sampah untuk daur ulang menurut peraturan Menteri Perdagangan haruslah bersih.

“Importir berargumentasi itu bahan baku untuk recycle. Tetapi kalau mengacu peraturan sampah bahan baku recycle itu harus bersih. Ternyata itu sampah dari TPA yang dipress kemudian dimasukkan kontainer. Bukan dari TPA kita, tapi TPA di Amerika. Jadi kita ini impor sampah," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, jumlah kontainer yang berisi sampah impor yang sudah masuk ke Pelabuhan Tanjungpriok mencapai sekitar 70 kontainer. Dari informasi yang didapatnya, total keseluruhan sampah impor yang akan masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok mencapai 1.015 kontainer.

Baca Juga: 2 Kandungan dalam Terong yang Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh

"1015 itu tersebar di 15 titik di Indonesia. Tapi semuanya nantinya akan menuju Tanjung priok," ucap dia.

Dedi mengatakan, sumber masalah utama ada di Sucofindo yang seharusnya menjadi filter barang-barang impor yang masuk ke dalam negeri. Menurut dia, Sucofindo telah lalai membiarkan masuk sampah-sampah dari luar negeri

"Problem utama adalah Sucofindo sebagai mitra Kementerian Perdagangan untuk melakukan survei dari sisi barang impor itu ternyata tidak melakukan pemeriksaan. Sucofindo hanya melakukan pemeriksaan administrasi," ucap dia.

Baca Juga: Sebut Ada Artis yang Ajak Hubungan Settingan, Kriss Hatta: Aku Inginnya yang Nyata Saja

Dedi mengatakan, kelalaian Sucofindo dikhawatirkan dapat mengancam keamanan negara.

"Bagaimana kalau materi itu bukan sampah, tapi narkoba. Bagaimana kalau limbah beracun. Bagaimana kalau senjata," ucapnya.

Komisi IV DPR RI pun sepakat untuk meminta Sucofindo mengembalikan sampah-sampah impor tersebut ke negara asalnya.

"Kita minta putus kontrak karena ini sudah membahayakan negara. Kita minta kembalikan ke negara asalnya 1.015 kontainer, dan ada 87 kontainer yang tidak ada izinnya," ucap dia.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X