Rabu, 19 Februari 2020

Wapres Ma'ruf Amin Minta Santri Gus Iwan Muncul

- 24 Januari 2020, 08:00 WIB
PRESIDEN Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wapres Ma'ruf Amin (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu.* /Akbar Nugroho Gumay/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin mendorong santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Pikiran Rakyat, Kamis malam, 24 Januari 2020, Ma’ruf mengharapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, dan pesantren itu sendiri agar memajukan kemandirian ekonomi, sosial, dan memacu perkembangan skill teknologi dan skill pemasaran melalui pendekatan kreatif, inovatif, dan strategis.

Hal ini disampaikan Ma’ruf pada Rakernas Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, Santri Digital Fest, di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis 24 Januari 2020. 

Baca Juga: Alun-alun Cianjur Terendam Banjir, Rumput Sintetis Dipenuhi Lumpur

Imbauan ini merupakan bagian dari paya mendorong kemampuan pelajar dan santri agar bisa bersaing pada revolusi Industri 4.0 yang telah membawa perubahan besar dalam tatanan masyarakat di segala lini meliputi antara lain ekonomi, budaya, dan sosial. Sehingga santri dan pelajar benar-benar memahami tren digital saat ini.

“Oleh karena itu, dukungan kami agar ekonomi pesantren sebagai bagian penguatan ekonomi kerakyatan untuk terus mengurangi kesenjangan antara pelaku ekonomi lemah dan pelaku ekonomi kuat bisa dilakukan,” ucap Ma’ruf.

Menurut dia, Arus Baru Ekonomi Indonesia saat ini berbasis kolaborasi antara pelaku ekonomi kuat dan lemah. Bukan konfrontasi, juga bukan sekadar menungu trickle down effect. Oleh karena itu, Program One Pesantren One Product (OPOP) yang masif di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi relevan.

Baca Juga: Warga Tionghoa pada Perayaan Imlek Zaman Presiden Soeharto, 'Ziarah Saja Diintimidasi, Malas'

“Ini juga berintikan kolaborasi. Pilarnya adalah sinergi antara koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren, dan Kantor Dagang Indonesia (Kadin),” ucap dia.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X