Pelajar Pembunuh Begal di Malang Divonis 1 Tahun Pembinaan, Pengacara ZA Buka Suara

- 23 Januari 2020, 18:59 WIB
ILUSTRASI begal.* /DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT - Kasus pembunuhan begal oleh seorang pelajar SMA ZA (17) untuk lindungi sang pacar di Malang, Jawa Timur masih menjadi perhatian publik.

Hukuman yang dilayangkan kepada pelajar tersebut dianggap tidak adil bagi ZA.

Pasalnya, atas kasus tersebut, ZA didakwa dengan sejumlah pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman paling berat seumur hidup.

Baca Juga: 5 Perubahan Gaya Hidup dapat Cegah Kanker Payudara, Salah Satunya Berhenti Merokok

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari ANTARA, setelah dilakukan sidang putusan, hakim tunggal Pengadilan Negeri Kabupaten Malang, Nuny Defiary menyebut, ZA terbukti melakukan sebuah tindakan penganiayaan yang berakibat terjadinya kematian kepada seseorang.

"Menyatakan bahwa ZA terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati," ucap Nuny dalam sidang pembacaan tuntutan di Ruang Tirta Anak, pada Kamis, 23 Januari 2020.

ZA dinyatakan telah terbukti melanggar Pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perkelahian yang menyebabkan kematian.

Baca Juga: 7 Pemuda Tewas karena Konsumsi Miras Oplosan di Kabupaten Tasikmalaya dalam 5 Bulan

Atas dilayangkannya pasal tersebut, ZA dijatuhkan hukuman pidana pembinaan dalam lembaga selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, di Wajak, Kabupaten Malang.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X