Kamis, 2 April 2020

Kasus Pelajar Bunuh Begal, Ombudsman Menilai Jaksa dan Polisi Seperti Membuang Badan

- 22 Januari 2020, 14:39 WIB
TUNTUTAN terhadap ZA yang membunuh begal saat akan memerkosa pacar korban semakin berat lantaran ada pasal kepemilikan senjata tajam.* /pixabay

Sebelumnya, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berinisial ZA berusia 17 tahun yang diduga membunuh seorang begal atau pelaku perampasan dituntut hukuman pidana pembinaan dalam lembaga selama satu tahun.

Baca Juga: Soal Wacana Pengaturan Isi Khotbah Jumat, Ridwan Kamil Tak Ingin Dilokalisasi

Awal mula kasus tersebut berasal dari adanya penemuan mayat di kebun tebu di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 9 September 2019.

Korban yang ditemukan warga itu, bernama Misnan berusia 35 tahun yang diduga seorang pelaku perampasan atau begal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malang.

Pembegalan diduga ketika ZA sedang bersama kekasihnya dan dihadang oleh dua orang yang tidak dikenal. Dua pelaku perampasan tersebut sempat merampas sepeda motor dan telepon seluler ZA dan kekasihnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Daun Mangga yang Tidak Disangka-sangka untuk Bantu Masalah Kesehatan Tubuh

loading...

Selain mencoba merampas sepeda motor dan telepon seluler tersebut, dua orang begal itu juga mengancam akan memperkosa kekasih ZA. Namun, ZA melakukan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambil dari jok motor ZA ke salah seorang begal.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X