Rabu, 8 April 2020

Kasus Pelajar Bunuh Begal, Ombudsman Menilai Jaksa dan Polisi Seperti Membuang Badan

- 22 Januari 2020, 14:39 WIB
TUNTUTAN terhadap ZA yang membunuh begal saat akan memerkosa pacar korban semakin berat lantaran ada pasal kepemilikan senjata tajam.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT – Kasus pelajar bunuh begal, untuk melindungi pacar, yang dilakukan ZA (17) di Malang, Jawa Timur sampai saat ini masih menjadi perhatian publik.

Atensi masyarakat menyoroti dakwaan ZA dengan jeratan sejumlah pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman paling berat seumur hidup.

Perhatian juga datang dari Ombudsman RI, yang lantas menyebut polisi dan jaksa seolah membuang badan, ketika bertemu kasus semacam pelajar bunuh begal, yang terjadi beberapa waktu lalu ini.

Baca Juga: Liverpool Siap Jual Xherdan Shaqiri ke AS Roma

Andrianus Meliala di Jakarta mengatakan, sebenarnya polisi memiliki kemampuan dan sumber daya dengan kualifikasi penyidik yang khusus untuk tugas-tugas penyidikan soal anak.

Jika tidak memilikinya sebetulnya kepolisian bisa meminta pendapat para ahli.

"Kenapa sumber daya itu tidak dipakai, kenapa buang badan dan di dorong ke jaksa, jaksa juga begitu punya hak untuk (menghentikan perkara atau tidak) tapi malah buang badan di dorong ke pengadilan, itulah salah satu indikasi mala yang kami anggap tidak perlu terjadi," kata dia, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: Apple akan Produksi iPhone dengan Harga yang Lebih Murah

Kalau memang yang terjadi pada kasus pelajar tersebut kata dia memang pembunuhan bahkan terencana, bukan perlawanan diri karena pembegalan maka penegak hukum memang tepat menyeretnya ke pengadilan.

"Tapi kalau betul seperti yang dikatakan Bapas-nya dan si pembela anak bahwa memang membela diri, namun tidak berani ambil risiko, dilema, takut dan polisi mendorong ke jaksa, kemudian jaksa dorong ke pengadilan, maka akan menimbulkan kerugian dan memberatkan pengadilan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X