Jumat, 5 Juni 2020

Kelompok Abu Sayyaf Kembali Culik dan Sandera WNI, Pemerintah RI Geram Serta Beri Imbauan

- 22 Januari 2020, 08:51 WIB
Satu dari dua WNI yang sebelumnya menjadi sandera kelompok gerilyawan Filipina Abu Sayyaf, Maharudin (kanan) berpelukan dengan putrinya saat acara serah terima dirinya ke pihak keluarga di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (26/12/2019). Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Filipina berhasil membebaskan dua WNI yang telah disandera selama 90 hari pada 22 Desember 2019. Saat ini masih ada satu sandera, Muhammad Farhan, yang sedang diupayakan pembebasannya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. *** Local Caption *** /ADITYA PRADANA PUTRA

Farhan pun telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Westmincom, Zamboanga dan dinyatakan sehat.

"Selanjutnya, Farhan akan diserahterimakan dari otoritas Filipina kepada KBRI Manila dan dipulangkan ke Indonesia," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam keterangan tertulisnya, Kamis 16 Januari 2020.

Baca Juga: Video Pertengkaran Sempat Viral, Alyssa Daguise dan Al Ghazali Resmi Balikan hingga Berencana Nikah Muda

‎Farhan merupakan salah satu dari tiga warga negara Indonesia yang diculik di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada 23 September 2019 yang lalu. Dua sandera lain yakni Maharudin dan Samiun telah dibebaskan pada tanggal 22 Desember 2019 dan diserahkan langsung oleh Menlu RI kepada keluarga pada 26 Desember 2019.

Dengan bebasnya Farhan,  seluruh WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf saat itu telah berhasil dibebaskan. Judha menambahkan, terdapat 39 WNI yang pernah disandera kelompok tersebut.‎

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang baik dari Pemerintah Filipina, termasuk Divisi 11 AFP di Sulu, dalam upaya pembebasan para sandera WNI.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X