Jumat, 5 Juni 2020

Ganjar Pranowo: Jangan Tanyakan Isi Dompet Pasien

- 22 Januari 2020, 08:55 WIB
GANJAR Pranowo saat memberikan arahan kepada jajaran direksi rumah sakit RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto, Selasa 21 Januari 2020.* /PEMPROV JATENG

PIKIRAN RAKYAT - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melarang seluruh rumah sakit di daerahnya untuk tidak menolak pasien miskin untuk berobat.

Ganjar bersama jajarannya mengklaim tengah menyiapkan inovasi pelayanan kesehatan berbasis kemudahan dan kecepatan, termasuk mengusulkan agar sistem rujukan dalam BPJS dihapuskan.

Demikian disampaikan Ganjar Pranowo saat memberikan arahan kepada jajaran direksi rumah sakit RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto, Selasa 21 Januari 2020.

Baca Juga: Draft RUU Omnibus Law Beredar di Tengah-tengah Publik, Baleg Justru Belum Menerimanya

"Itu berlaku untuk seluruh rumah sakit. Jangan pernah menolak pasien miskin. Karena kalau mereka ditolak itu sakit (hati, red). Kami titip, jaga integritas," kata Ganjar.

Menurut dia, pelayanan kesehatan harus mengutamakan sisi kemanusiaan. Selain itu pihak rumah sakit juga dilarang menanyakan status agama, jenis kelamin dan suku. Termasuk isi dompet milik para pasien.

Bagi pasien yang tidak mampu, Ganjar mengklaim siap bergotong royong membantu mereka. Dia menilai bagi para pasien yang tidak mampu masih banyak cara-cara lain yang bisa digunakan.

Baca Juga: Di WEF 2020 Aktivis Iklim Singgung Kebakaran Hutan Australia, Donald Trump: Ini Tentang Ekonomi, Bodoh

“Selanjutnya ada cara-cara mereka yang bisa dilakukan sendiri dengan iuran, Baznas dan sebagainya. Untuk yang biasanya belum punya BPJS dan tidak mampu kita bantu. Kita bergotong royong,” kata dia.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Pemprov Jateng


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X