Rabu, 26 Februari 2020

Komisi VII DPR RI: Peneliti Disarankan Tidak Hanya Ikuti Jurnal Internasional

- 21 Januari 2020, 19:30 WIB
ILUSTRASI peneliti.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Para peneliti dari Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) diharapkan tidak hanya mengikuti jurnal-jurnal internasional.

Mengingat di Indonesia sendiri sudah memiliki jurnal-jurnal yang juga diakui oleh kalangan internasional seperti Jurnal Arjuna dan Shinta.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Anggota Komisi VII, Andi Yuliani Paris berharap, para peneliti dari Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) tidak hanya mengikuti jurnal-jurnal internasional.

Baca Juga: PDIP Jabar Lakukan Survei Jaring Bakal Calon untuk Pilkada 2020

“Saya masih ingat, saat bapak diundang dalam rangka penyusunan UU Sisnas Iptek, Bapak termasuk yang tidak setuju banyaknya jurnal-jurnal internasional, kita bayar ke sana,” ujar Andi saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Ristek/BRIN, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di ruang rapat Komisi VII, Senayan Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

“Kita (Indonesia) sendiri juga punya jurnal nasional yang diakui internasional seperti Jurnal Arjuna dan Jurnal Shinta. Sehingga buat apa lagi jurnal internasional,” imbuh Andi.

Ada pun tambahan yang disampaikan dari Politisi dapil Sulawesi Selatan II DPR RI, bahwa tidak sedikit dosen atau peneliti yang hanya mengejar jurnal.

Baca Juga: Usai Resmi Keluar dari Penjara, Ahmad Dhani Hadiri Gala Premiere Film Al Ghazali Bersama Keluarganya

Peneliti dinilai telah melakukan penelitian tanpa membuat sebuah penelitian yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan negara atau yang lebih bersifat problem solving.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: DPR RI

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X