Lebih dari 20.000 ASN Menjelang Pensiun Tidak Akan Dipindah Tugas ke Ibu Kota Baru

- 21 Januari 2020, 16:39 WIB
MOBIL yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. Ribuan ASN akan pindah ke sini.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Dari 118 ribu aparatur sipil negara (ASN), yang akan pindah ke ibu kota baru Indonesia, sebanyak 17 persen di antaranya, akan pensiun pada tahun 2023-2024.

Artinya dibutuhkan sekira 20.000 lebih untuk menutupi kekurangan ASN karena pensiun.

Rencananya kekosongan itu akan diisi ASN asal Kalimantan Timur dan rekrutmen ASN baru.

Baca Juga: 5 Negara yang Dianggap Paling Berbahaya untuk Dikunjungi, Salah Satunya Ukraina

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan, perhitungan tersebut berdasarkan dari pemetaan yang dilakukan pihaknya atas ASN yang ada di Kementerian/Lembaga di Jakarta.

Ia mengatakan, ASN yang pensiun itu tidak termasuk ke dalam golongan eselon 1.

"Setelah kami petakan, ada 118 ribu sekian (yang pindah). Yang 2023-2024 pensiun itu hampir 17%. Itu tidak (pindah)," katanya di Istana Kepresidenan, Selasa, 21 Januari 2020.

Baca Juga: Sejumlah Anggota Sunda Empire Diperiksa Polda Jawa Barat

Ia menambahkan, pemetaan lebih lanjut akan dilakukan terhadap ASN, utamanya terhadap kondisi keluarga yang bersangkutan. Ia menyinggung tentang kerabat ASN yang akan pindah ke ibu kota baru, memiliki pekerjaan tertentu.

"Kan banyak ASN yang suami atau istrinya kerja. Ini juga dicek," katanya.

Ia menuturkan, pada prinsipnya ASN memang harus bersedia ditugaskan dimanapun. Namun bukan berarti kondisi seperti itu tidak diperhatikan.

Baca Juga: 4 Efek Samping yang Muncul saat Mengonsumsi Kubis

"Jangan sampai nanti dipaksa pindah, tapi tidak konsentrasi bekerja," tuturnya.

Tjahjo menyerahkan K/L yang bersangkutan untuk memeriksa kondisi aparaturnya tersebut. Penyelesaiannya pun ia serahkan kepada K/L terkait. "Kami akan serahkan ke K/L masing-masing," katanya.

Saat disinggung mengenai rentang waktu pemetaan ASN seluruhnya rampung, Tjahjo menyanggupi untuk diselesaikan pada tahun ini.

Ia menambahkan, dirinya telah menyerahkan konsep dan timeline pemetaan perpindahan ASN kepada Presiden Joko Widodo.  

Baca Juga: Tips Buat Rantai Motor Kembali Baru, Bisa Gunakan Bahan Penyedap Rasa Makanan

"Tahun ini bisa karena seleksi yang tahu masing-masing Sekjen dan Sesmen K/L," katanya.

Tjahjo mengatakan, Presiden Joko Widodo secara prinsip menginginkan bila perpindahan ASN itu dilaukan secara sekaligus. "Perintah presiden sekaligus. Tidak bertahap," ujarnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menyatakan akan melakukan survei terlebih dahulu terkait ASN yang akan pindah ke ibu kota negara baru pada 2024.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X