Sabtu, 22 Februari 2020

Labuan Bajo Dipersiapkan untuk Pelaksanaan G20 dan ASEAN Summit 2023

- 20 Januari 2020, 17:15 WIB
PRESIDEN Joko Widodo (kedua kanan) memimpin rapat terbatas tentang pengembangan destinasi pariwisata Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT, Senin, 20 Januari 2020.* /DESCA LIDYA SITUMORANG/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, akan dipersiapkan sebagai tempat perhelatan G20 dan ASEAN Summit pada tahun 2023.

Presiden Joko Widodo menegaskan hal tersebut, sesuai rapat terbatas di Hotel Plataran Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 20 Januari 2020.

Menurutnya, hal terpenting dari pengembangan Labuan Bajo adalah menyiapkannya untuk sejumlah agenda internasional. Pada tahun 2023 Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN sekaligus Ketua G20.

Baca Juga: Kumpulkan 2,3 Juta Dolar Amerika, 21 Mobil Paul Walker Dilelang

“Tetapi yang paling penting juga bahwa kita ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023. Sehingga dalam rangka persiapan ke sana pun ini mulai direncanakan, disiapkan mulai dari sekarang,” ujarnya dalam siaran pers.

Penataan Labuan Bajo

Dalam rapat koordinasi, Presiden bersama jajaran membahas sejumlah hal teknis berkaitan dengan beberapa isu di Labuan Bajo. Untuk persoalan sampah, Presiden mengatakan, penanganan sampah akan dilakukan baik untuk sampah di laut maupun di darat.

Baca Juga: Curhat Buruh Terlilit Utang di 20 Aplikasi Pinjaman Online, Berawal dari Butuh Mendadak Hingga Gali Lubang Tutup Lubang

“Dua, jadi sampah yang ada di laut dan sampah yang ada di darat. Yang ada di laut tadi sudah diputuskan kita akan kirim di sini kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti kita juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tapi harus dimulai. Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo,” ujarnya.

“Yang di darat nanti Kementerian PU akan mempersiapkan incinerator dan juga tempat pembuangan sampah akhirnya. Dan juga yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah,” katanya.

Sementara itu untuk keluhan soal ketersediaan air baku, Presiden menyebut sudah ditambah 100 mililiter per detik.

Baca Juga: Umuh Muchtar Sebut Duo Brasil Tidak Layak, Pelatih Persib Bandung Masih Memantau

Kementerian PU juga disebutnya tengah mempersiapkan tambahan yang lebih besar lagi.

Adapun soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan Bajo, Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk membuat nursery yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahunnya.

“Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah detail sekali tadi, saya kira pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup,” tuturnya.

Baca Juga: Pendiri MER-C Joserizal Jurnalis Meninggal Dunia, Oded M. Danial: Orang Baik yang Dedikasikan Hidupnya untuk Kebaikan

Labuan Bajo sendiri memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas super premium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain. Presiden berharap, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

“Kami harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” ujarnya. ***


Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X