Kamis, 20 Februari 2020

Pemkot Surabaya Rutin Lakukan Normalisasi, 7 Meter Sendimentasi Sungai Kalimas Dikeruk

- 20 Januari 2020, 07:18 WIB
Pemerintah Kota Surabaya secara rutin melakukan normalisasi Sungai Kalimas /DOK. Pemkot Surabaya

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota Surabaya secara rutin melakukan normalisasi Sungai Kalimas, khawatir lantaran kapasitasnya tidak mampu menampung air sehingga dapat meluap, menggenangi pemukiman warga Surabaya akibat sendimentasi.

Diketahui, Sugai Kalimas menjadi muara dari beberapa saluran air tersier dan sekunder yang ada di sekitar lingkungan warga di Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyampaikan normalisasi Sungai Kalimas dilakukan sepanjang satu kilometer mulai Taman Lalu Lintas hingga DAM Karet Gubeng.

“Pemeliharaan ini rutin dilakukan, paling tidak satu tahun sekali. Kapasitas sungai yang sebelumnya tinggi, karena sedimentasi jadi berkurang."

Baca Juga: Tawuran Semakin Meningkat, Pemkot Cirebon Khawatirkan Anggapan Kota yang Tak Aman

"Makanya, pengerukan ini, untuk mengembalikan kapasitas saluran seperti semula,” kata Febriadhitya, di Surabaya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi Pemerintah Kota Surabaya, Minggu 19 Januari 2020.

Dikatakannya, hasil yang didapat dari kegiatan normalisasi ini sedikitnya 26 rit setara dengan satu dump truck atau sekitar 7 meter kubik. Bahkan pada tahun sebelumnya, hasil pengerukan mencapai 6.570 rit.

Saat itu, pengerukan dilakukan di sepanjang Sungai Kalimas. Meliputi, Saluran Kalimas di Jalan Akhmad Jais, Jalan Kramat Gantung, Jalan Peneleh, Jalan Kalimas Barat, Jembatan Merah di sisi Utara dan Selatan, Jalan Semut Kali, dan Jalan Ngemplak.

Pemkot Surabaya lantas tidak serta merta membuang tanah sendimentsi yang berada di dalam Sungai Kalimas, dari hasil normalisasi ini tanah kemudian dimafaatkan untuk pembuatan taman dan pembuatan lapangan olahraga di pemukiman warga.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Pemkot Surabaya

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X