Sabtu, 22 Februari 2020

KKP Targetkan Produksi Rumput Laut di Tahun 2020 Menjadi 10,99 Juta Ton

- 19 Januari 2020, 11:34 WIB
RUMPUT laut yang subur di bebatuan menjadi sumber perekonomian musiman oleh para petani di Pangandaran.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Pada tahun 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi rumput laut hingga 10,99 juta ton. Hal ini akan diupayakan dengan menyiapkan beragam strategi percepatan peningkatan produksi komoditas tersebut.

"KKP berkomitmen menggenjot nilai ekspor rumput laut guna pertumbuhan ekonomi nasional," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Minggu 19 Januari 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Rumput laut dikatakan Slamet selama ini menyumbang sekalgius mendominasi kotribusi besar yakni 60,7 persen terhadap total produksi perikanan budidaya nasional.

Baca Juga: Mencintai Diri Sendiri hingga Terbiasa Berbagi Keresahan, Simak 5 Makna Lagu BTS untuk Milenial

Berdasarkan data KKP, tercatat angka sementara pada tahun 2019, produksi rumput laut nasional mencapai sebesar 9,9 juta ton.

Untuk mewujudkan target yang dicanangkan di tahun 2020 dengan penambahan sekitar 1 juta ton, KKP telah menyiapkan berbagai strategi percepatan peningkatan produksi rumput laut dalam peta jalan industrialisasi rumput laut nasional hingga lima tahun mendatang.

Ditambahnya target tersebut menurut dia adalah untuk bisa menjaga ketersediaan bahan baku dan kualitas rumput terus terjaga untuk ekspor maupun memenuhi kebutuhan nasional.

Baca Juga: Jarang Digunakan, Instagram Hapus Tombol IGTV

Dirjen Perikanan Budidaya KKP juga mengatakan bahwa komitmen Presiden Jokowi untuk mengandalkan industrialisasi rumput laut nasional menjadi langkah positif dan strategis.

Menurut dia, percepatan industrialisasi rumput laut bukan lagi tanggungjawab sektoral, tetapi menjadi prioritas nasional sehingga ada keterlibatan lintas sektor. Dalam hal ini, Presiden telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 tahun 2019 tentang Roadmap Industrialisasi Rumput Laut Nasional.

"Perpres ini saya kira menegaskan komitmen Presiden terhadap pengembangan rumput laut nasional dan ini jadi acuan tanggungjawab masing masing sektor terkait. KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya, bertanggungjawab dalam menjamin ketersediaan bahan baku industri melalui percepatan peningkatan produksi di hulu. Kami pastikan bahwa KKP telah menyiapkan berbagai strategi untuk menggenjot produksi," tegasnya.

Merujuk pada data FAO (2019), sambungnya, Indonesia merupakan produsen terbesar nomor satu dunia khususnya untuk jenis eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar, utamanya untuk tujuan ekspor ke China.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X