Rabu, 26 Februari 2020

Bareskrim Polri Berhasil Bongkar Penampungan 23 Pekerja Migran Ilegal di Depok

- 18 Januari 2020, 18:24 WIB
Tempat penampungan migran Indonesia di Depok.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Bareskrim Polri melalui Tim Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum berhasil membongkar tempat penampungan pekerja migran Indonesia di daerah Tapos, Depok, Jawa Barat.

Berkat terbongkarnya tempat penampungan migran Indonesia tersebut, Bareskrim Polri berhasil mencegah tindak pidana perdagangan orang terhadap 23 pekerja migran Indonesia di Jalan Kapitan Raya, Tapos.

"Para pekerja migran Indonesia akan diberangkatkan secara nonprosedural atau ilegal ke Arab Saudi," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdi Sambo.

Baca Juga: Perwakilan AS untuk Iran: Semakin Teheran Mengancam, Semakin Terisolasi dari Dunia

Ferdi menuturkan 23 pekerja migran Indonesia tersebut baru saja direkrut dari daerahnya masing-masing dan baru selesai menjalani tes kesehatan.

"Pemilik tempat penampungan bernama Akram, alamatnya di Jalan Griya Qonita Kav 3 RT 10/01, Sukmajaya, Kota Depok," ujarnya.

Puluhan calon pekerja migran Indonesia yang berhasil diselamatkan terdiri dari 10 orang berasal dari Cianjur, tiga orang asal Lombok, enam orang dari Cirebon, dua orang asal Indramayu, seorang dari Sukabumi dan  seorang asal Ciamis.

Baca Juga: Viral Seoarang Wanita Unggah Foto di Situs Terlarang Kekaisaran Tiongkok, Netizen Desak Penjaga Situs Klarifikasi

"Belum didapatkan barang bukti terkait akan diberangkatkan para PMI tersebut ke kawasan Timur Tengah sehingga dilakukan pencegahan sebelum terjadinya TPPO," kata dia.

Ferdi mengatakan Bareskrim Polri akan konsisten untuk menindak jaringan pengiriman pekerja migran Indonesia ke 19 negara di Timur Tengah.

Pasalnya moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia masih berlaku.

"Negara harus hadir untuk melindungi warga negaranya," katanya.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X