Rabu, 29 Januari 2020

Mantan Dirut PJT II Joko Saputro Terancam Hukuman 20 tahun

- 15 Januari 2020, 15:33 WIB
ILUSTRASI Korupsi.* /DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT - Mantan Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Joko Saputro menjalani sidang dakwaan kasus dugaan korupsi pengadaan jasa konsultasi pengembangan sumber daya manusia di PJT‎ II di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu 15 Januari 2020. Joko ditangkap KPK karena melakukan korupsi dengan kerugian negara 4,9 miliar.

"Kerugian negara berdasarkan laporan hasil audit investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara atas pengadaan pekerjaan jasa konsultasi 2017 pada PJT II oleh BPK RI mencapai Rp 4,957,386,840 (Rp 4,9 miliar lebih)," kata penuntut umum KPK Budi Nugraha saat membacakan dakwaannya dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Asep Sumirat.

Dalam kasus ini, jaksa KPK, Budi Nugraha mengatakan proyek pengadaan jasa pengembangan SDM di PJT II merupakan perusahaan BUMN yang ditugasi mengelola Bendungan Ir H Juanda Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Karena perbuatannya tersebut terdakwa didakwa pasal 2 dan pasal 3 Undang Undang Tipikor.

Baca Juga: Mangsa Ternak dan Lukai Manusia, Ular Piton Berhasil Ditangkap di Perkebunan

Dalam pasal 2 dan 3, selain ada unsur kerugian negara, juga ada unsur menguntungkan pihak lain secara melawan hukum. Adapun pihak yang diperkaya oleh perbuatan Joko Saputro antara lain Andrini Yaktiningsasi sebagai staf biro SDM PJT senilai Rp 1.519.500.000.

Lintang Kinanti staf biro SDM PJT II senilai Rp 1.786.721.935. Kemudian Bimart Duandita staf biro SDM PJT II Rp 628.657.935, Sutisna selaku Direktur Utama PT Bandung Management and Economic (BMEC) senilai  Rp 944.717.330 dan Andrian Tejakusuma selaku Direktur Utama PT Dua Ribu Satu Pangripta  menerima Rp 78.600.000. 

Sedangkan perbuatan melawan hukum dari Joko yang mengakibatkan kerugian negara dan memperkaya orang lain, bermula dari pengadaan jasa kajian komprehensif atas struktur organisasi termasuk tugas dan fungsi direksi operator Bendungan Ir H Juanda atau Jatiluhur itu. 

Baca Juga: Bandung Siap Bangun LRT Tahun 2021 dengan Bantuan Bank Dunia, Potensi Penumpang 1,5 Juta Orang per Hari

"Tujuannya untuk kesinambungan pelaksanaan tugas dan efektifitas kerja direksi dan pegawai PJT II. Kemudian ditunjuklah Nandang Munandar Kepala Divisi SDM untuk mengalokasikan anggaran," ujar Budi. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X