Jumlah Penduduk Miskin 24,79 Juta Orang, Mayoritas Berada di Pedesaan

- 15 Januari 2020, 15:07 WIB
SEORANG pengemis berjalan diantara deretan kendaraan roda empat, di Jalan Lombok, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020). Jumlah penduduk miskin di Jabar mengalami penurunan sekitar 23,27 ribu jiwa, dari 3,40 juta jiwa (6,91 persen) pada Maret 2019 menjadi 3,38 juta jiwa (6,82 persen) pada September 2019. /ADE BAYU INDRA/

PIKIRAN RAKYAT - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada September 2019 mencapai 24,79 juta 9,22 persen. Angka ini turun 0,36 juta penduduk atau 0,19 persen terhadap Maret 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka tersebut dihitung berdasarkan garis kemiskinan. Garis kemiskinan terdiri dari dua komponen yaitu makanan dan bukan makanan.

Pada September 2019, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 73,75 %.

Baca Juga: 7 Pekerjaan Tak Biasa bagi Sarjana Humaniora, dari Kurator Museum hingga Ahli Silsilah

Komponen garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang setara 2100 kkalori per kapita per hari. Sementara garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengelauran untuk perumahan, sandang, pendidikam, kesehatan dan kebuthhan pokok lainnya.

Pada September 2019, garis kemiskinan Indonesia naik sebesar 3,6% dari Rp 425.250 per kapita pada Maret 2019 menjadi Rp 440.538 per kapita pada September 2019.

"Sekilas nilainya terlihat kecil. Namun perlu diingat bahwa angka itu dikalikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada di satu rumah tangga," ujar dia di Jakarta, Rabu 15 Januari 2020.

Baca Juga: Mengantuk Usai Antar Calon Istri, Mobil Rizki Masuk Parit di Jurang Sedalam 8 Meter

Dia mengatakan, secara nasional rata rata jumlah anggota keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan adalah 4,58 orang. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X