Rabu, 29 Januari 2020

16 Juta Keping Blangko E-KTP Diadakan Melalui APBN 2020, Masyarakat Bisa Segera Urus

- 15 Januari 2020, 07:00 WIB
PETUGAS memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang rusak (invalid) dan akan dimusnahkan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Senin (17/12/2018). Untuk menghindari penyalahgunaan, sebanyak 29.389 keping KTP elektronik yang rusak dimusnakan pemerintah Kabupaten Bandung melalui dinas terkait.*/ADE MAMAD/PR /ADE MAMAD

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 16 juta keping blanko diadakan melalui dana APBN 2020. Sementara saat ini yang telah terdistribusi ke daerah sebanyak 961 ribu keping e ktp.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pada akhir Desember 2019 dengan adanya pergeseran anggaran, telah tersedia 1,5 juta keping blangko. Kemudian pada awal Januari 2020, dengan pengadaan melalui e-catalog, pengadaan menggunakan dana APBN TA 2020 sebanyak 16 juta keping.

“Saat ini telah terdistribusi ke daerah sebanyak 961.000 keping sehingga masyarakat sudah dapat mengurus ektp di Dukcapil setempat,” katanya dalam siaran pers, Selasa 14 Januari 2020.

Baca Juga: Matangkan Persiapan Jelang Asia Challenge, Persib Terancam Tanpa Victor Igbonefo

Namun demikian, ia mengatakan, ada prioritas tertentu untuk distribusi blangko ektp. Ia menyebutkan 4 prioritas penggunaan blangko ektp, yakni pemilik ektp pertama kali, korban bencana alam, penggantian surat keterangan karena PRR dan penggantian surat keterangan karena hilang atau rusak dan perubahan elemen data.

Blangko ektp dikatakannya tidak diprioritaskan untuk pemekaran RT/RW, kelurahan, desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi, perubahan nama daerah, serta perubahan nama jalan. Menurutnya, blangko ektp tidak diperuntukkan bagi perubahan wilayah administrasi.

“Blangko ektp juga tidak boleh digunakan untuk mengganti ektp yang ada masa berlaku atau ada tanggal berlakunya menjadi ektp yang masa berlakunya seumur hidup,” ujarnya.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X