Senin, 17 Februari 2020

Perdagangan Bangkai Ternak Marak di Gunung Kidul, Antraks Kian Rawan Menular ke Tubuh Manusia

- 11 Januari 2020, 09:23 WIB
ILUSTRASI pengecekan wabah antraks pada hewan. Jual beli bangkai ternak yang marak di Gunung Kidul membuat penularan antraks ke tubuh manusia kian rentan terjadi.* /WILUJENG KHARISMA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggandeng kepolisian setempat untuk pencegahan jual beli ternak mati dalam rangka mengantisipasi penularan penyakit hewan, terutama antraks ke manusia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, komunikasi lintas sektoral untuk pencegahan jual beli ternak mati di wilayah Gunung Kidul mendesak dilakukan.

"Selama ini kami telah banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait dengan masih maraknya aktivitas jual beli ternak yang mati. Petugas pernah mendatangi lokasi di mana ternak mati dijual dan mendapati bangkai tersebut disimpan dalam rumah pemotongan hewan," kata Bambang kepada Antara.

Baca Juga: Berbekal Ribuan Bibit Pohon, Polisi dan Tentara Menyemut Hijaukan Kaki Gunung Gede Pangrango

Menurut dia, selama ini petugas baru mengetahui jual beli ternak mati di sebuah rumah pemotongan hewan di wilayah Desa Semanu, Kecamatan Semanu. Meskipun demikian, monitoring akan terus dilakukan untuk mengetahui lokasi lain yang juga menjalankan praktik jual beli ternak mati itu.

“Pernah ditemukan disimpan dalam pendingin, kami paksa untuk dikubur. Ini baru di satu titik di Semanu itu,” kata dia.

Ia mengatakan, hal semacam ini menjadi perhatian pihaknya lantaran bangkai ternak merupakan daging yang tidak sehat. Untuk itu, pihaknya akan melakukan komunikasi lintas sektoral salah satunya dengan menggandeng pihak kepolisian dalam penanganannya.

“Kami komunikasikan dengan semua sektor termasuk pihak kepolisian dalam penindakan secara hukum,” katanya.

Baca Juga: Indonesia Incar Dua Emas di Olimpiade Tokyo 2020 Lewat Dua Cabor Unggulan

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X