Minggu, 7 Juni 2020

Gara-gara Bencana Masa Kanak-kanak Direnggut, Ketua MPR RI: Seharusnya Masih Asyik Bermain dan Belajar

- 8 Januari 2020, 07:41 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menyambangi korban banjir di GOR Pangadegan, Jakarta Selatan.* /

PIKIRAN RAKYAT - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menyambangi korban banjir di GOR Pangadegan, Jakarta Selatan, menyempatkan diri bertemu dengan anak-anak yang mengungsi akibat banjir.

Tak sekedar bertatap muka, Bamsoet juga bermain bersama serta membagikan hadiah. Melalui kegiatan main bersama ini, diharapkan bisa menjadi sedikit pelipur lara bagi anak-anak yang telah kehilangan momen bermain dan belajar.

"Masa kanak-kanak mereka sedikit banyak telah direnggut oleh bencana. Seharusnya anak-anak masih asyik bermain dan belajar, bukan justru berada di tempat pengungsian akibat banjir. Saya bangga pada saat permainan tadi mereka hafal Pancasila, Lagu Garuda Pancasila dan Indonesia Raya secara fasih. Jika saja mitigasi bencana bisa dilakukan sejak jauh-jauh hari, kita bisa meminimalisir korban anak. Jangan sampai musibah ini membekas menjadi trauma di benak mereka. Trauma healing menjadi hal yang urgent diberikan kepada mereka," ujar Bambang dalam siaran persnya, Senin 7 Januari 2020.

Baca Juga: Tarif Parkir Tajug Gede Purwakarta hingga Rp 100.000, DKM: Kalau Mau Masuk Gratis Jangan Bawa Kendaraan Pribadi

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Camat Pancoran M Rizki Adhari, anggota Gerakan Kebangsaan Bangun Solidaritas (Gerak BS), Pemuda Pancasila, SOKSI, Baladhika Karya, dan Wanita Swadiri.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan untuk mengantisipasi banjir selanjutnya, sudah waktunya kita memberi tempat terhormat pada sistem ilmu pengetahuan. BMKG harus didorong menjadi leading sectornya. Berbagai prakiraaan cuaca dari yang paling ekstrem sekalipun, harus diinformasikan secara berkala kepada masyarakat. Sehingga warga bisa mempersiapkan diri.

"Dengan mengedepankan ilmu pengetahuan jugalah, Pemda seharusnya bisa membuat peta lokasi potensi bencana. Jika curah hujan tinggi misalnya, daerah mana saja yang berpotensi kebanjiran, bisa dideteksi dari jauh hari. Sebagaimana sudah dilakukan oleh berbagai negara seperti China, Jepang, Hongkong, yang selalu siap menghadapi badai topan sekalipun," tegas Bamsoet.

Baca Juga: PWI Peduli Berikan Donasi untuk Rekan-rekan Sekretariat Terdampak Banjir

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, selain karena tidak siapnya infrastruktur dan pola pembangunan kawasan yang tak memperhatikan lingkungan, datangnya bencana banjir akibat curah hujan ekstrem juga tak terlepas dari perubahan iklim yang semakin parah.

Pemerintah dan DPR RI perlu mempertimbangkan mengeluarkan RUU Mitigasi Perubahan Iklim, yang membuat roadmap secara jelas dan mengikat seluruh kalangan masyarakat, dalam memitigasi perubahan iklim.

"Singapura punya perencanaan hingga 100 tahun dalam menghadapi perubahan iklim dan memastikan negaranya tak tenggelam akibat pasang air laut. Tak sekadar rencana, namun eksekusinya juga dijalankan. Sedangkan di kita, rencana terkadang hanya manis di atas kertas dan meja saja. Tanpa ada ekselusi nyata. Hal ini tak boleh lagi terjadi, sehingga tak ada lagi anak-anak yang menjadi korban bencana akibat kelalaian kita bersama," pungkas Bamsoet.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X