Arca Ganesha Era Mataram Kuno Ditemukan di Kebun Kentang, Tim Ahli Upayakan Evakuasi Hindari Pencurian

- 6 Januari 2020, 20:10 WIB
TEMUAN arca ganesha di sebuah kebun kentang milik warga di kawasan Dieng.* /EVIYANTI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Arca Ganesha, Dewa bertubuh manusia dan berkepala gajah yang ditemukan oleh petani kentang di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah saat ini dalam upaya penyelamatan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah (BPCB) Jawa Tengah. 

Peninggalan masa Mataram Kuno antar abad 8 hingga abad 12 tersebut dalam proses evakuasi dari lokasi ditemukannya Arca Ganesha, di kebun kentang milik Suwarti warga Desa Dieng Wetan.

Eri Budiarto dari BPCB Jawa Tengah mengatakan, pihaknya mengerahkan sekitar 10 personel dari BPCB Prambanan dan Dieng untuk proses pengangkatan. Rencananya Arca Ganseha akan di simpan di Musium Kalilasa Dieng.

Baca Juga: Usai Banjir Bekasi, Barang Mewah pun Berserakan Jadi Sampah

"Seharusnya siang tadi jadwalnya arca sudah bisa dievakuasi dari ladang milik penduduk. Tapi karena hujan deras sejak Senin siang maka proses evakuasi akan dilanjutkan besok," kata Eri, Senin, 6 Januari 2020. 

loading...

Apakah temuan tersebut akan ditindaklanjuti untuk menemukan potongan Ganesha dengan esvakasi lanjutan, Eri mengatakan sedang dalam proses pembahasan sebab biaya untuk melakukan proses tersebut tidak sedikit.

"Yang penting kita selamatkan dahulu, kita pindahkan ke museum untuk menghindari terjadinya pencurian," tambahnya.

Baca Juga: 15 Sekolah Perpanjang Libur karena Banjir, Sekolah yang Beraktivitas Tak Wajibkan Siswa Pakai Sepatu

Seperti di ketahui, Widi petani setempat menemukan Arca Ganesha sekitar 500 meter dari kompleks Candi Dieng. Arca ditemukan pada kedalaman 50 meter. Hasil ekskavasi atau pembukaan tanah yang dilakukan pihak BPCP, temuan tersebut mengejutkan karena cukup besar bahkan paling besar dari hasil temuan selama ini.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X