Rabu, 1 April 2020

Konflik Perairan Natuna Antara Indonesia dan Tiongkok, Munculkan Tagar 'Natuna bukan Nacina' di Twitter

- 5 Januari 2020, 13:29 WIB
Video capture KRI Tjiptadi-381 yang beroperasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (30/12/2019). KRI Tjiptadi-381 menghalau kapal Coast Guard China untuk menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan di kawasan sekaligus menjaga stabilitas di wilayah perbatasaan.* /ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Bentrokan antara KRI dan Kapal Coast Guard Tiongkok terjadi diperairan Natuna.

Setelah kapal Tiongkok menerobos Zona Ekonomi Eksekutif (ZEE) Indonesia, yakni pada tanggal 19, 24, dan 30 Desember 2019 lalu.

Pelanggaran yang terjadi tesebut membuat Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengirim nota protes dan memanggil Duta Besar RRT untuk Indonesia, Xiao Qian terkait penerobosan batas ZEE.

Baca Juga: Buntut Tewasnya Qassem Soleimani, Trump Targetkan 52 Situs Penting Iran Jika Teheran Menyerang

Dikutip Pikiran-Rakyat.com pada laman Antara, Pemerintah Tiongkok mengklaim miliki hak untuk bisa masuk ke perairan Natuna, Tiongkok menyatakan tidak akan mengakui perairan tersebut sebagai bagian dari Republik Indonesia (RI).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan akan mengambil jalur 'damai' dengan pihak Tiongkok.

loading...

Selain sikap dari Menhan yang memilih jalur 'damai', Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa masalah ini sebetulnya tak perlu diangkat dan dibesar-besarkan.

Ia tidak ingin terangkatnya isu Natuna ini membuat hubungan investasi dari Tiongkok terhambat.

Baca Juga: Usai Patroli di Perairan Natuna, Pangkogabwilhan Yudo Margono: Nelayan Natuna Tidak Usah Resah

Melihat tanggapan tersebut, Susi Pudjiastuti dalam laman Twitter resminya @susipudjiastuti menuliskan kegeramannya atas tindakan yang dipilih oleh pemerintah Indonesia.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: ANTARA

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X