Senin, 1 Juni 2020

Perairan Natuna Sempat Diserbu Kapal Asing, Kini Nelayan Tak Lagi Khawatir Melaut

- 4 Januari 2020, 17:55 WIB
Video capture KRI Tjiptadi-381 yang beroperasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (30/12/2019). KRI Tjiptadi-381 menghalau kapal Coast Guard China untuk menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan di kawasan sekaligus menjaga stabilitas di wilayah perbatasaan.* /ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Dalam beberapa hari terakhir puluhan kapal asing memasuki perairan natuna di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Kasus teranyar adalah masuknya kapal asing Tiongkok dan video diusirnya kapal Tiongkok dari perairan Natuna menyebar luas di media sosial.

Untungnya setelah kejadian tersebut, pasukan TNI langsung bersiaga selama 24 jam di perairan Natuna untuk menjaga perairan Natuna dari kapal asing.

Setelah dilakukan penjagaan selama 24 jam, para nelayan di perairan Natuna mengaku sudah tidak lagi khawatir untuk beraktivitas dan melaut kembali.

Baca Juga: Korban Banjir Tempati Halte Transjakarta untuk Mengungsi, Direktur Beri Izin

Para nelayan mengaku bahwa penjagaan yang dilakukan oleh TNI merupakan apa yang diharapkan oleh para nelayan dan warga.

"Untuk saat ini alhamdulillah, penjagaan di laut Natuna sudah dimaksimalkan oleh KRI, itulah harapan kami selama ini," kata Ketua Nelayan Ranai, Natuna, Herman, Sabtu 4 Januari 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Bahkan Herman menuturkan saat ini wilayah perairan Natuna mulai sepi dari kapal asing setelah dilakukan penjagaan oleh TNI.

Kondisi ini, lanjutnya, membuat nelayan lokal merasa tenang sekaligus senang untuk kembali mengais rezeki di laut.

Baca Juga: Anak Bunuh Ayah Sendiri Gara-gara Ayam, Roda Traktor Jadi Barang Bukti

Bukan tanpa alasan, keberadaan nelayan asing di laut Natuna membuat ciut nyali nelayan lokal, mengingat mereka kerap diintervensi jadi salah satu alasannya.

"Tapi 99 persen nelayan tetap belum dapat melaut, karena cuaca buruk. Kemungkinan akhir bulan ini, itu pun kalau cuaca memungkinkan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X