RI Pilih Ambil Jalan Damai di Kisruh Perairan Natuna, Susi Pudjiastuti: Tidak Boleh Melindungi Pencurian Ikan

- 4 Januari 2020, 12:35 WIB
Susi ikut berkomentar mengenai kebijakan 'jalan damai' yang diambil oleh Kementerian Pertahanan menghadapi Tiongkok pasca penerobosan Perairan Natuna /instagram

PIKIRAN RAKYAT - Kasus pelabrakan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Perairan Natuna Utara oleh Tiongkok terus berlanjut.

Setelah Tiongkok menyatakan tidak akan mengakui perairan tersebut sebagai bagian dari Republik Indonesia (RI), Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI turut ikut campur dalam penindakan dan penyelesaian kasus tersebut.

Namun, Kemenhan mengambil jalan damai untuk menghadapi kasus ini.

Baca Juga: 7 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Buah Bit, dari Batu Ginjal sampai Masalah Kehamilan

Seperti diberitakan sebelumnya oleh Pikiran-Rakyat.com, Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Kemenhan mengulas maksud 'jalan damai' tersebut lewat Twitter dalam akun @Dahnilanzar pada Jumat malam, 3 Januari 2020.

Dahnil memulainya dengan pernyataan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang membeberkan bahwa RI akan mangambil jalan damai.

Baca Juga: Lina Mantan Istri Sule Meninggal Dunia, Rizky Febian: Mama Sehat, Jam 3 Subuh Masih Bercanda

"Sobat sekalian perkenankan saya menjelaskan pernyataan singkat Menhan @prabowo ketika di-doorstop oleh pewarta sore tadi, terkait "kita memilih cara bersahabat dan damai terkait dengan "konflik" di laut Natuna". #Menhan," tulisnya di Twitter.

Dahnil menyatakan bahwa prinsip yang digunakan dalam diplomasi batas negara ini ialah 'seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak'.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X