Senin, 24 Februari 2020

Analisis Banjir Jabodetabek, LAPAN Ungkap Peristiwa yang Picu Hujan Ekstrem

- 3 Januari 2020, 17:05 WIB
BMKG memberikan peringatan kepada para masyarakat untuk cuaca ekstrim selama libur Natal dan Tahun Baru 2019-2020 /BMKG

PIKIRAN RAKYAT - Banjir yang mengawali tahun 2020 nampaknya masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Sebagian besar kota di Jabodetabek terendam banjir pada Rabu, 1 Januari 2020 kemarin hingga saat ini lebih dari 400.000 warga mengungsi.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, intensitas hujan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak Rabu, 1 Januari 2020 kemarin mengakibatkan bencana banjir di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Banjir 2020, BMKG Menilai Curah Hujan Ekstrem Jadi Salah Satu Pemicu

Bencana banjir yang melanda Indonesia pada awal tahun ini menjadi bencana banjir terparah selama satu dekade terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BMKG mencatat data curah hujan tertinggi mencapai 377 milimeter di Stasiun Taman Mini, Jakarta Timur.

Dikutip oleh tim Pikiran-Rakyat.com pada laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, hal tersebut merupakan intensitas hujan harian tertinggi yang pernah direkam oleh BMKG selama dua dekade terakhir.

Baca Juga: BMKG Ungkap Potensi Hujan Ekstrem di Indonesia pada Januari 2020 Diakibatkan Udara Basah dari Afrika Timur

Internsitas hujan harian yang tinggi ini dapat diketahui penyebabnya melalui Satelit Based Disaster Early Warning System (SADEWA) yang merupakan Decision Support System (DSS) atau sistem pembuat keputusan yang dikembangkan oleh Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Lapan.go.id

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X