Bappenas Dukung Kebijakan Anies Baswedan Naikkan UMP DKI 5,1 Persen

- 22 Desember 2021, 16:27 WIB
Gubernur Anies Baswedan.
Gubernur Anies Baswedan. //Pikiran-Rakyat.com/Amir Faisol

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara yang Garang di Bogor, Wajahnya Tegang Dijepit Deretan Wanita Berbadan Tegap

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beralasan kenaikan UMP DKI lantaran rasa keadilan.

"Situasinya membuat kita di daerah harus memiliih, mana yang lebih penting, administratif atau keadilan," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mencontohkan, dimana tahun 2020 ketika ekonomi Indonesia termasuk Jakarta terpuruk.

Saat itu formula UMP yang dibuat oleh Kemenaker untuk wilayah DKI Jakarta naik 3,3 persen untuk upah di tahun 2021. Namun pada kenaikan upah yang dibuat Kemenaker pada tahun 2022 justru sebaliknya hanya 0,8 persen.

Baca Juga: Harus Tahu! Selama Libur Nataru, Rest Area di Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan Dibuka Tutup

"Ini bukan cuma mengganggu rasa keadilan, tetapi seakan ada ketidakwajaran. Dimana saat kondisi ekonomi meningkat, tetapi kenaikan UMP malah menurun," katanya.

Terlebih kenaikan UMP di DKI Jakarta sebelum masa pandemi, secara rata-rata menembus 8,6 persen. Karena itu pula Anies menilai wajar jika UMP DKI Jakarta tahun 2022 naik sebesar 5,1 persen.

"Apakah masuk akal dan wajar untuk memaksakan UMP hanya naik 0,8 persen seperti aturan baru di Kemenaker," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network