Selasa, 31 Maret 2020

Sepanjang 2019, 1,03 Juta Penduduk Sulawesi Selatan Terdampak Bencana Ekologis

- 31 Desember 2019, 19:35 WIB
Tim relawan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Perumahan Bung Permai, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 23 Januari 2019. Ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai satu meter akibat meluapnya Sungai Tello./ANTARA FOTO /null

PIKIRAN RAKYAT - Lembaga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Sulawesi Selatan melansir data sepanjang tahun 2019 dari 24 kabupaten kota, 20 di antaranya terdampak bencana ekologis dengan jumlah korban terdampak sebanyak 1.032.852 jiwa.

"Dari bencana itu, kerugian materil pascabencana yang dialami penduduk secara total sebesar Rp 2,3 triliun lebih," ungkap Direktur Eksekutif Walhi Sulsel Muhammad Al Amin saat rilis catatan akhir tahun 2019 di Makassar, Selasa, 31 Desember 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia mengatakan, bencana ekologis yang sering dirasakan masyarakat di Sulsel sepanjang tahun 2019 ada enam jenis bencana yakni banjir, abrasi, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), longsor dan angin puting beliung.

Baca Juga: Terdata 26 Korban Tewas dalam Banjir di Sulawesi Selatan

Data yang dikumpulkan dari beberapa sumber valid, untuk bencana banjir terjadi di 20 kabupaten kota.

loading...

Kabupaten Wajo yang paling terdampak parah dengan korban sebanyak 52.112 ribu jiwa hingga merendam 8.504 hektare lahan persawahan dan perkebunan rakyat termasuk fasilitas publik lainnya.

Selanjutnya di Kabupaten Jeneponto, saat terjadi banjir bandang merusak 438 rumah warga, 85 jiwa mengalami luka-luka, 13 orang meninggal dunia dan empat orang hilang.

Di Kabupaten Maros, luas lahan persawahan yang terendam seluas 8.321 ribu hektare.

Sedangkan bencana tanah longsor di Sulsel tercatat jumlah masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gowa sebanyak 3.041 jiwa, meninggal karena tertimbun sebanyak 55 jiwa.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X