Selasa, 18 Februari 2020

DPR Nilai Tim Independen Kasus Novel Baswedan Belum Dibutuhkan

- 30 Desember 2019, 18:38 WIB
PELAKU penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12/2019). Polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang merupakan anggota Polri aktif dengan insial RM dan RB.* /ABDUL WAHAB/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai keinginan Indonesia Corruption Watch (ICW) agar Presiden Joko Widodo membentuk tim independen dalam kasus Novel Baswedan untuk menghindari konflik kepentingan, belum dibutuhkan.

Dia menilai polisi harus didorong agar mengedepankan profesionalisme untuk meraih kepercayaan publik.

"Tim independen tidak dibutuhkan dan buang-buang waktu saja serta kontraproduktif dengan keinginan kita agar kasus ini cepat disidangkan," kata Nasir sebagaimana dikabarkan Antara, Senin 30 Desember 2019.

Baca Juga: Kontroversi Dugaan Penyerahan Diri Pelaku Penyiraman Novel Baswedan, Polri: Yang Jelas Mereka Kami Tangkap

Baca Juga: Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Ditangkap, Jokowi Tidak Ingin Ada Spekulasi Negatif

Menurut dia, Polri saat ini dihadapkan dengan pilihan berat karena pelaku penyiraman air keras kepada Novel adalah polisi aktif.

Dia mengatakan polisi saat ini sedang dihadapkan dengan membela korps atau menegakkan kebenaran.

"Saya mendengar sendiri bahwa Kapolri ingin menegakkan kebenaran meskipun terhadap anggota polisi sendiri," ujarnya.

Menurut dia, selama ini juga dalam menegakkan disiplin organisasi, banyak anggota Polri yang mengalami sanksi, baik administrasi berupa pemecatan tanpa hormat maupun pidana.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X