Jumat, 3 April 2020

9 Kasus Terorisme di Indonesia Sepanjang 2019, 11 Personel Polisi Terluka dan Satu Orang Gugur

- 29 Desember 2019, 14:56 WIB
TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) membawa sejumlah barang bukti saat penggeledahan rumah terduga teroris RF di Jalan Suryalaya Tengah, Gang III, Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 16 Oktober 2019. Sebelumnya Densus 88 Antiteror mulai dari hari Kamis hingga Senin 10-14 Oktober 2019, telah menangkap lima terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.*/ARMIN ABDUL /ARMIN ABDUL JABBAR

PIKIRAN RAKYAT -  Setidaknya ada sembilan kasus terorisme yang pernah mengancam keamanan dan ketertiban dalam negeri sepanjang tahun 2019.

Meskisebenarnya bila dibandingkan dengan tahun 2018 mengalami penurunan hingga 52,6 persen.

Namun dari kesembilan aksi terorisme ini telah menggugurkan satu personil kepolisian dan sembilan di antaranya mengalami luka-luka.

Baca Juga: David Moyes Dikaitkan dengan West Ham United, Pengalaman di MU Jadi Pertimbangan

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Idham Azis di Jakarta sebgaiamana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ NEWS, Minggu 29 Desember 2019.

"Jumlah aksi terorisme selama tahun 2019 menurun. Jika pada 2018 terjadi 19 kasus, selama tahun ini hanya terjadi 9 kasus. Artinya turun 10 kasus atau 52,6 persen dari tahun sebelumnya," kata Jendral Idham Azis.

Dikatakannya, jumlah personil yang gugur dalam bertugas mengatasi aksi terorisme di Indonesia juga tidak sebanyak dari tahun sebelumnya yang mencapai tujuh orang.

Baca Juga: Mantan Pelatih Manchester City Dipecat Klub Liga Inggris

Termasuk dengan personil yang mengalami luka-luka menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 15 orang.

Di sisi lain, Jendral Idham Azis menjelaskan kalau pelaku terorisme pada 2018 mencapai 395 orang, sementara tahun ini, hanya sebanyak 297 orang.

"Jumlah tersebut menurun hingga 24,8 persen atau 98 orang dari tahun sebelumnya," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Australia Ancam Kematian Ribuan Koala

Menurut Jendral Idham, tidak dipungkiri penurunan tindak kejahatan terorisme di Indonesia dipengaruhi juga oleh peran serta masyarakat Indonesia.

Keterlibatan masyarakat tersebut dinilai penting untuk menciptakan situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat.

"Perlu strategi agar masyarakat (mau) terlibat dalam masalah-masalah itu," ujarnya.***

loading...


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X