Selasa, 7 April 2020

Fenomena Ular di Permukiman Belum Reda, Kini Muncul Ancaman Buaya ke Kandang Ternak Warga

- 21 Desember 2019, 14:23 WIB
ILUSTRASI buaya.* /Rony Muharrman/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Pos Sampit siaga mengantisipasi ancaman buaya menyusul kemunculan buaya yang menimbulkan kecemasan warga di beberapa bagian Kabupaten Kotawaringin Timur. 

"Begitu ada laporan kejadian itu, langsung kami tindaklanjuti ke lapangan. Kami berupaya menangkap buaya tersebut," kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Sabtu, 21 Desember 2019.

Berdasarkan laporan warga, pada Selasa, 17 Desember 2019 sekitar pukul 24.00 WIB, buaya dengan panjang sekitar empat meter masuk ke kandang angsa milik warga Dusun Belanti, Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Baca Juga: Kali Ini Ular Masuk Kantor Pemerintahan di Jakarta Timur

Warga mendokumentasikan kemunculan buaya yang sempat terlilit jaring tersebut menggunakan kamera telepon seluler, namun tidak berani menangkapnya. Pagi harinya, buaya tersebut pergi. 

Satu hari kemudian, seorang warga diserang buaya di satu sungai yang ada di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau. Desa Bangkuang Makmur dan Ganepo berseberangan, dipisahkan oleh Sungai Mentaya yang lebarnya sekitar 500 meter.

Pada Jumat, 20 Desember 2019, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Pos Sampit berupaya menangkap buaya yang muncul di kawasan itu menggunakan jerat dengan umpan bebek, metode yang sebelumnya pernah digunakan untuk menangkap buaya yang menyerang warga di Sungai Seranggas, Kecamatan Teluk Sampit.

Baca Juga: Muncul di Atas Laci dan Sembur Pemilik Warung, Induk Ular Kobra Diamankan Tim Gabungan

"Tidak ada batas waktu dalam upaya penangkapan buaya ini sampai buaya berhasil ditangkap karena sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan warga. Kami mengimbau masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sungai," kata Muriansyah kepada Antara.

Agustus lalu, ada buaya sepanjang dua meter lebih yang terlilit jaring ikan milik nelayan di Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. 

Muriansyah menduga buaya menyerang ternak dan manusia karena susah mendapatkan mangsa di habitatnya.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X