Kamis, 2 April 2020

Hingga Sedalam 2 Meter, Retakan Tanah Muncul di Kulon Progo

- 21 Desember 2019, 12:51 WIB
ILUSTRASI retakan tanah.* /AHMAD RAYADIE/PR

PIKIRAN RAKYAT - Retakan tanah muncul di dataran tinggi Bukit Menoreh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Edi Wibowo mengatakan bahwa retakan tanah salah satunya ditemukan di Dusun Pucung, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh. Retakan tanah di lokasi tersebut ditemukan sepanjang 10 meter, dengan kedalaman sekitar 2 meter. Lokasi retakan tanah itu, berada persis di tebing atas rumah seorang warga.

Melihat kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo langsung melakukan cek dan inventarisir titik yang rawan longsor.  Hal itu dilakukan agar potensi longsor dan retakan tanah tersebut nantinya tidak memakan korban jiwa.

Baca Juga: Terjadi Ratusan Kali, Tanah Longsor Jadi Bencana yang Paling Sering Landa Kota Bogor

“TRC melaksanakan asesment sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Harapannya tidak sampai terjadi longsor,” kata Edi melalui pesan singkat, Jumat 20 Desember 2019.

loading...

"Kami lakukan cek dan peringatan serta pencegahan agar potensi longsor itu tidak berdampak kepada warga di sekitarnya," lanjut dia.

Tidak hanya keretakan pada tanah, BPBD juga menemukan jalan ambles sekitar 1,5 meter. Jalan ambles ditemukan di jalan Kabupaten pada kampung Pucung-Petet di Ngargosari, dengan panjang hingga belasan meter.

Baca Juga: Jutaan Warga Bandung Tidak Menyadari Potensi Bencana di Tempat Tinggalnya

Selain itu, talud yang berlokasi di dusun Parakan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih juga ditemukan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan masyarakat untuk lebih waspada.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo,  Ariadi mengatakan, ada sediktinya 50 titik potensi bencana di wilayah kerjanya, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir pada musim hujan ke depan.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X