Sabtu, 6 Juni 2020

Berenang di Area Rip Current, Dua Wisatawan Hilang Ditelan Ombak Gunungkidul

- 19 Desember 2019, 18:52 WIB
ILUSTRASI tenggelam.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Dua wisatawan tenggelam saat bermain air di laut kawasan Pantai Slili, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul, Marjono mengatakan dua wisatawan yang tenggelam, yakni Ahmad Mustofa (20) warga Semarang, dan Pardi (43) Sidoharjo.

"Saat ini, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) masih melakukan pencarian dua korban tenggelam," kata Marjono di Gunungkidul, Kamis 19 Desember 2019.

Marjono mengatakan, kejadian berawal saat Ahmad beramain di Pantai Slili bersama rombongan dari Salatiga. Saat itu korban menyewa bodyboard, lalu bermain sendiri ke tengah. Korban bermain di area Rip Current yang menyebabkan korban terseret arus dan terlepas dari bodyboard lalu tenggelam.

Rip Current adalah area arus balik yang terbentuk akibat empasan ombak lurus ke garis pantai. Meskipun areanya sempit memanjang, namun arusnya kuat dan bisa menyeret orang ke tengah laut.

Baca Juga: Amankan Pangandaran Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Pantau Pergerakan Geng Motor

Tim SAR yang mengetahui ada korban tenggelam langsung melakukan pencarian. Tim SAR Satlinmas mengupayakan pencarian sebanyak 60 personel dibagi tim darat, tim laut, dan penyelaman. "Korban belum memahami laut selatan, karena asik bermain di air, korban masuk dalam Rip Current," tuturnya.

Ia mengatakan pencarian menggunakan kapal sementara dihentikan karena sudah malam. Untuk tim darat tetap melakukan pencarian sambil menunggu ombak pasang.

"Rencananya pencarian lewat jalur laut akan dilanjutkan pada Jumat (20 Desember 2019) pagi. Kami hentikan pencarian karena cuaca tidak mendukung," ucapnya.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto menambahkan, kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan bukan yang pertama kali. SAR Linmas sudah memberikan peringatan dan imbauan kepada wisatawan agar tidak bermain di area berbahaya.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X