Sabtu, 22 Februari 2020

Presiden Jokowi Beberkan Kriteria dan Konsep Ibu Kota Baru Indonesia

- 16 Desember 2019, 15:44 WIB
PRESIDEN Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.* /DOK. ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas pemindahan ibu kota di Kantor Presiden, Senin 16 Desember 2019.

Dalam ratas, ia menekankan supaya ibu kota baru ke depannya tidak mengulang kegagalan negara lain dalam memindahkan ibu kotanya.

“Kita harus belajar dari pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kota, tapi menjadi kota yang mahal. Ini jangan. Kemudian sepi, juga jangan. Kemudian yang menghuni hanya pegawai pemerintah plus diplomat, ini juga jangan,” kata dia kepada para menterinya yang hadir dalam ratas.

Baca Juga: Bakso Rujak Hingga Bakso Kelapa Siap Manjakan Lidah Wargi Bandung Akhir Pekan Ini

Menurutnya, untuk mengantisipasi kegagalan seperti itu, sedari awal harus merancang perpindahan ibu kota sebagai sebuah transformasi ekonomi, perpindahan basis ekonomi menuju ke sebuah smart economy.

Menurutnya, perpindahan ibu kota bukan sekadar memindahkan istana atau gedung pemerintahan saja.

“Saya ingin ingatkan, perpindahan jangan dilihat sekadar perpindahan kantor pemerintahan, bukan sekadar pindah lokasi, tetapi kita ingin ada sebuah transformasi. Pindah cara kerja, pindah budaya kerja, pindah sistem kerja dan juga ada perpindahan basis ekonomi sehingga saya sampaikan, sebelum pindah, sistemnya sudah ter-install dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga: Siaga Musim Hujan, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bandung Bangun Kolam Retensi

Ia menambahkan, bila tujuan pindah ibu kota adalah membangun smart economy, maka rancangannya jangan hanya jadi smart metropolis yang compact, nyaman, humanis dan zero emission.

Tapi ibu kota itu juga harus memiliki penanda bahwa negara telah melakukan transformasi ekonomi ke smart economy.

“Yaitu dengan dibangunnya cluster pendidikan, cluster riset dan inovasi,” katanya.

Ia mengatakan, ibu kota baru nanti perlu dibangun lembaga pendidikan tinggi yang bisa menciptakan talenta top global secara tetap.

Baca Juga: Berkah Kotoran Musang di Balik Segarnya Kolang-Kaling Tasikmalaya

Kemudian di ibu kota baru ini juga dibangun tempat riset dan inovasi kelas dunia yang menjadikan ibu kota baru itu sebuah innovation hub, titik temu inovasi global.

“Dan sudah saatnya talenta Indonesia, talenta global, berkolaborasi mengembangkan smart energy, smart health, smart food production, yang akan menciptakan lapangan kerja baru bagi anak muda kita, serta mendorong UMKM untuk masuk dan terintegrasi dengan global value chain,” katanya.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X