Rabu, 29 Januari 2020

Parpol Jadi Aktor Utama Maraknya Korupsi, Masyarakat Sebut Lebih baik Tak Punya DPR

- 14 Desember 2019, 18:30 WIB
Korupsi.* /DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai saat ini partai politik di Indonesia menjadi tertuduh terkait dengan maraknya kasus tindak pidana korupsi dan pelanggaran hukum yang terjadi saat ini.

"Saat ini partai di Indonesia sedang menjadi tertuduh maraknya korupsi dan pelanggaran hukum karena (berbagai kasus anggota) DPR," kata Mahfud dalam pembukaan Mukernas Ke-V PPP di Jakarta, Sabtu 14 Desember 2019.

Dia mengatakan, anggota DPR berasal dari partai politik sehingga ketika ada anggota DPR terjerat kasus korupsi, parpol dituduh sebagai perusak kehidupan bernegara.

Menurut dia, maraknya kasus korupsi disebabkan banyak parpol yang tidak profesional dalam pengelolaannya. Namun, hal itu justru ikut membangun pemerintahan yang tidak bersih.

Baca Juga: Kantin Kejujuran, Cara Jitu Kejari Bekasi Cegah Korupsi Sejak Dini

"Oleh karena itu, kita melihat pendapat masyarakat awam, misalnya dalam dialog interaksi ketika ditanya, mereka berpendapat lebih baik tidak punya DPR dan parpol," ujarnya seperti diberitakan Antara.

Masyarakat yang terdidik tentu mengatakan jauh lebih baik ada parpol meskipun kondisinya kurang baik daripada di Indonesia tidak memiliki partai.

Menurut Mahfud, dalam suatu negara yang tidak punya partai, tidak ada yang bisa mengontrol jalannya pemerintahan sehingga berbuat salah pun tidak ada yang berani mengatakan.

Baca Juga: 14 Pejabat Bandung Barat Diduga Tekait Korupsi Mantan Bupati Abubakar, KPK Harus Bertindak

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X