Sabtu, 22 Februari 2020

Komisi III: Tindakan Brutal di Tamansari, Bandung Tak Layak Jadi Kota HAM

- 13 Desember 2019, 20:14 WIB
SEJUMLAH Satpol PP dan Polisi menghadang warga, kuasa hukum dan aktivis saat berlangsungnya proses pembongkaran rumah warga di RW 11 Tamansari, Kota Bandung, Kamis, 12 Desember 2019. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung menyebut eksekusi lahan yang dilakukan tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum pihak warga masih melayangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait izin lingkungan pembangunan Rumah Deret.*/ARIF HIDAYAH/PR /

JAKARTA, (PR).- Komisi III DPR RI menanggapi tegas kasus penggusuran di Tamansari Kota Bandung yang berujung dengan kericuhan dan kekerasan aparat pada warga.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa bahkan meminta Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Sufahriadi dari jabatannya.

Dia juga menyebut penghargaan Bandung Kota HAM yang diraih oleh Pemkot kemarin tidak layak.

Baca Juga: Bandung Resmi Jadi Kota Peduli HAM, Perlakuan terhadap Kaum Minoritas Dipertaruhkan

“Dengan kejadian ini enggak layak ya (penghargaan Bandung Kota HAM),” ucap Desmond kepada “PR”, Jumat, 13 Desember 2019, seraya menyebut akan menanyakan Kemenkumham terkait pemberian gelar itu.

Desmond yang mengaku tahu kejadian ini lewat video yang tersebar di media sosial dan sejumlah pemberitaan menilai, kalau apa yang terjadi di Tamansari amatlah brutal.

Dia pun mengkritisi Kapolda Jabar yang seolah membiarkan jajaran polisi di bawahnya untuk bertindak semena-mena.

Dia mengecam tindakan aparat yang melakukan tindak kekerasan saat mengeksekusi lahan yang sebenarnya masih dalam proses hukum itu.

"Ya saya lihat videonya ya. Videonya itu luar bisa gitu loh. Berarti ada yang salah dengan aparat keamanan kita. Saya kecam ini," kata dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X