Rabu, 29 Januari 2020

Cendekiawan Muslim Tolak Hukuman Mati untuk Koruptor, Ini Alasannya

- 12 Desember 2019, 22:00 WIB
Korupsi.* /DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menyatakan ketidaksetujuannya atas wacana hukuman mati bagi koruptor karena hidup teramat mahal dan tidak memberi kesempatan kepada terhukum menyesali perbuatannya.

"Kendati mengusulkan agar koruptor tak boleh diampuni, saya tidak setuju wacana hukuman mati untuk kasus apapun, termasuk korupsi. Itu tidak dapat diterima, meskipun orang itu memang bersalah," katanya saat mengisi seminar nasional di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis 12 Desember 2019.

Ia mengatakan, sampai kapan dirinya menolak hukuman mati, dan mengusulkan kalau perlu hukuman seumur hidup diberlakukan dua kali atau berkali-kali.

Baca Juga: Kantin Kejujuran, Cara Jitu Kejari Bekasi Cegah Korupsi Sejak Dini

Oleh karena itu, Azyumardi menyatakan pemberian grasi dan remisi untuk koruptor adalah sebuah kesalahan besar yang dapat mengirim pesan ke publik kalau korupsi dapat diampuni jika dilakukan oleh orang berusia uzur.

"Pesan yang salah itu, seakan kalau dilakukan orang tua yang sudah 70 tahun, itu boleh korupsi. Nanti setelah itu mengajukan grasi mungkin diampuni. Kira-kira begitu," ujarnya seperti diberitakan Antara.

AZYUMARDI Azra.*
AZYUMARDI Azra.*

Ia kemudian mengutarakan pandangannya kepada audiens yang hadir dalam seminar tersebut bahwa seharusnya terpidana dihukum seumur hidup dibiarkan saja, jangan ada yang mengurangi hukumannya dengan alasan kasihan.

Baca Juga: 14 Pejabat Bandung Barat Diduga Tekait Korupsi Mantan Bupati Abubakar, KPK Harus Bertindak

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X