Senin, 27 Januari 2020

Luthfi Alfiandi Pembawa Bendera Merah Putih Didakwa Pasal Berlapis, Ibu Berharap Kebebasan

- 12 Desember 2019, 20:32 WIB
PELAJAR dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di belakang gedung MPR/DPR, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta, Senin, 30 September 2019.* /ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT – Luthfi Alfiandi pemuda yang membawa bendera Merah Putih dan ditangkap terkait aksi demonstrasi di depan gedung DPR pada September lalu tengah dinantikan kebebasannya oleh keluarga.

Nurhayati, ibu dari pemuda berusia 20 tahun tersebut mengharapkan agar anaknya tersebut bisa segera dibebaskan dan berkumpul kembali bersama keluarga.

"Ya tentu saya berharap anak saya dibebaskan,” ujar Nurhayati ibu dari Luthfi usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 12 Desember 2019.

Baca Juga: Kecoa Berkeliaran di Kost, Bisa Jadi Karena Cara Menyimpan Makanan Salah

Keinginan Nurhayati melihat anaknya kembali bebas didasari lantaran sudah lama tidak melihat putranya itu beraktivitas secara normal dalam 2 bulan 12 hari.

"Ya saya memang tadi ga ikutin pembacaan dakwaannya karena terpotong sholat, tapi katanya ada penangguhan mudah- mudahan saja penangguhan penanganannya dikabulkan," kata Nurhayati seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Kendati mengharapkan agar anaknya tersebut bisa dibebaskan, Nurhayati tetap menegaskan bahwa dia akan tetap mematuhi hokum yang tengah dijalani oleh anaknya itu.

Baca Juga: 2020, Kota Bogor Miliki Gedung Pusat Ekonomi Kreatif

Dia juga mengaku kaget saat mengetahui Luthfi yang biasa dipanggil Dede tersebut ditangkap oleh polisi saat demo terjadi. Padahal anaknya itu pamit kepadanya hanya untuk pergi bermain ke rumah temannya.

"Saya syok, pas tau ternyata anak saya ikut demo terus ditangkap polisi. Saya langsung cari ke Polsek Tanah Abang dan Polda Metro Jaya belum ketemu. Baru ketemu di hari ketiga di Jakarta Barat," kata Nurhayati.

Setelah ditemukan, Dede ternyata dipindahkan ke Polres Jakarta Pusat untuk proses hukum lebih lanjut karena Polisi menilai Dede memancing kerusuhan pada saat mengikuti aksi demo.

Baca Juga: MoU Belum Diperbaharui, Indonesia-Malaysia Berkomitmen Tingkatkan Pelindungan Pekerja Migran

Ada tiga dakwaan alternatif yang didakwakan kepada Luthfi yaitu pasal 212 jo 214 ayat (1) KUHP, pasal 170 KUHP, serta pasal 218 KUHP.

Sidang selanjutnya dijadwalkan pada minggu depan Rabu, 18 Desember 2019 dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penutut umum.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X