Sabtu, 22 Februari 2020

Setengah Juta Ton Sampah Mengalir ke Laut Indonesia

- 12 Desember 2019, 16:37 WIB
SEJUMLAH petugas Dinas Lingkungan Hidup membersihkan tumpukan sampah di Kali Jambe Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 13 November 2019.* /ANTARA

JAKARTA, (PR).- Berdasarkan penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI di 18 kota utama Indonesia, ditemukan fakta bahwa 0,27 juta hingga 0,59 juta ton sampah masuk ke laut Indonesia selama 2018.

"Teman-teman kita ini melakukan pengukuran ke lapangan. Dari jumlah tersebut pada umumnya merupakan sampah dengan jenis styrofoam," kata Kepala LIPI Laksana Tri Handoko usai rapat peluncuran baseline data nasional sampah laut di Jakarta, Kamis 12 Desember 2019.

Sampah-sampah tersebut, masuk dari jalur sungai atau muara menuju laut lepas, bukan akibat dari transportasi kapal.

Menariknya, dari penelitian tersebut ditemukan bahwa styrofoam lebih dominan dari jenis sampah lain. Hal itu dikarenakan sampah plastik botol masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Baca Juga: Tiap Hari 8,32 Ton Sampah Masuk Teluk Jakarta, Tiga Daerah Jadi Pemasoknya

"Jadi oleh pemulung, botol dan plastik diambil karena masih bisa didaur ulang sedangkan styrofoam tidak bisa," katanya kepada Antara.

Handoko mengatakan berdasarkan penelitian sampah tersebut, sebaiknya pemerintah dan lembaga terkait memprioritaskan larangan penggunaan styrofoam karena volumennya lebih tinggi dari jenis sampah lainnya.

Meski demikian, masyarakat terus diimbau agar mengurangi atau tidak menggunakan sampah plastik sekali pakai terutama jenis styrofoam dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Bandung Bebas Sampah 2020, DLHK Kota Bandung Galakkan Gerakan #RampokPlastik

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X